RADARSEMARANG.ID - Meningkatnya polusi udara di kawasan perkotaan mendorong masyarakat semakin peduli terhadap kualitas udara yang mereka hirup setiap hari. Tak hanya di luar ruangan, polusi juga bisa terperangkap di dalam rumah melalui debu, asap, hingga partikel halus berbahaya.
Kondisi ini membuat penggunaan air purifier atau pembersih udara kian populer sebagai upaya menghadirkan udara bersih dari dalam rumah.
Polusi Udara Tak Hanya Mengancam di Luar Ruangan
Banyak orang mengira polusi hanya berasal dari jalan raya atau kawasan industri. Padahal, udara di dalam rumah juga bisa tercemar oleh aktivitas sehari-hari seperti memasak, merokok, penggunaan lilin aromaterapi, hingga masuknya polutan dari luar rumah.
Jika terakumulasi, polusi udara indoor dapat berdampak pada kesehatan pernapasan dalam jangka panjang.
Cara Kerja Air Purifier Menyaring Partikel Berbahaya
Air purifier bekerja dengan menyedot udara kotor, lalu menyaringnya melalui beberapa lapisan filter sebelum dilepaskan kembali ke ruangan.
Salah satu teknologi paling umum digunakan adalah filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) yang dirancang untuk menangkap partikel sangat kecil, termasuk debu halus, alergen, dan polutan berbahaya.
Filter HEPA dan Efektivitasnya Menangkap PM2.5
Filter HEPA dikenal mampu menangkap hingga 99,97 persen partikel berukuran 0,3 mikron, termasuk PM2.5 yang berbahaya bagi paru-paru.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air purifier dengan filter HEPA dapat menurunkan konsentrasi PM2.5 secara signifikan, terutama saat terdapat sumber polusi aktif di dalam rumah.
Peneliti kualitas udara dalam ruangan dari Colorado State University, Jienan Li, menilai air purifier menjadi penting ketika kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat.
“Ketika indeks kualitas udara mencapai 150 atau lebih tinggi, semua orang harus mempertimbangkan menggunakan pembersih udara,” ujar Jienan Li, seperti dikutip The Guardian.
Menurut Li, air purifier dapat membantu menurunkan paparan partikel berbahaya di dalam ruangan, terutama saat ventilasi alami tidak memungkinkan digunakan karena kondisi udara luar yang buruk.
Faktor Penentu Kinerja Air Purifier di Dalam Rumah
Meski efektif, para ahli menegaskan bahwa air purifier bukan solusi tunggal. Kinerjanya sangat bergantung pada ukuran ruangan, kapasitas alat, serta kondisi ventilasi rumah. Pemilihan air purifier yang tidak sesuai kebutuhan justru membuat penyaringan udara menjadi kurang optimal.
Perawatan Filter Jadi Kunci Udara Tetap Bersih
Selain pemilihan alat, perawatan filter juga memegang peranan penting. Filter yang kotor atau jarang diganti dapat menurunkan efektivitas penyaringan. Karena itu, penggunaan air purifier sebaiknya dibarengi dengan pengurangan sumber polusi di dalam rumah dan kebiasaan menjaga kebersihan ruangan.
Air purifier terbukti efektif membantu menyaring polusi udara di dalam rumah, khususnya partikel halus seperti PM2.5. Namun, seperti ditegaskan pakar internasional Jienan Li, penggunaannya perlu menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk menjaga kualitas udara.
Nah, produk DAIKIN Air Purifier yang tersedia di daikin.co.id adalah solusi untuk Anda ketika ingin meningkatkan kualitas udara di rumah. Segala kelebihan yang tersedia di perangkat tersebut, memastikan paparan udara sehat Anda bersama keluarga.
Kombinasi pemilihan alat yang tepat, perawatan rutin, serta pengendalian sumber polusi menjadi kunci utama menciptakan Udara bersih dan sehat di dalam rumah. (*)
Editor : Baskoro Septiadi