Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Pemulihan DAS Babon, Pertamina - Undip Tanam 48 Ribu Pohon di Wana Dipa

Khafifah Arini Putri • Jumat, 12 Desember 2025 | 17:48 WIB
Komisaris Independen PT Pertamina, Condro Kirono (kiri) menanam pohon dalam Penanaman 48 ribu pohon di Hutan Pendidikan Wana Dipa, Kabupaten Semarang oleh Pertamina Foundation bersama Undip.
Komisaris Independen PT Pertamina, Condro Kirono (kiri) menanam pohon dalam Penanaman 48 ribu pohon di Hutan Pendidikan Wana Dipa, Kabupaten Semarang oleh Pertamina Foundation bersama Undip.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Upaya memulihkan kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) Babon dimulai dengan penanaman 48 ribu pohon di Hutan Pendidikan Wana Dipa, Kabupaten Semarang. Kick-off program berlangsung Kamis (11/12), melalui kerja sama Pertamina Foundation dan Universitas Diponegoro (Undip).

Penanaman dilakukan di area KHDTK Wana Dipa seluas hampir 100 hektare. Pohon yang ditanam terdiri dari tanaman keras dan tanaman produktif seperti alpukat, mangga, nangka, dan kelengkeng. Harapannya, selain menjaga lingkungan, hasil panen nantinya bisa menambah pendapatan warga sekitar.

Komisaris Independen PT Pertamina, Condro Kirono, mengatakan pemulihan hutan menjadi komitmen Pertamina untuk menjaga lingkungan.

“Kali ini kita bekerja sama dengan UNDIP, Beliau (Undip) mempunyai lahan kurang lebih 100 hektar. Oleh karenanya hutan yang ada di sini harus semakin kita perbanyak dan lestarikan kawasan-kawasan yang terdegradasi,” ujarnya.

Menurut Condro, penanaman pohon produktif ini juga untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Rata-rata di tempat-tempat ini masyarakat tingkat kesejahteraannya harus kita tingkatkan, kita minta masyarakat menanam yang berbuahnya cukup 2 setengah tahun seperti alpukat, mangga, nangka,” jelasnya.

Ia menambahkan program ini merupakan bagian dari penerapan prinsip ESG di Pertamina.

“Tantangan perubahan iklim ini sudah tidak bisa diprediksi, perusahaan energi harus menerapkan environmental social governance,” katanya.

Rektor Undip, Prof Suharnomo, menjelaskan KHDTK Wana Dipa kini menjadi pusat riset, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Dari Pertamina, membantu kita 48.000 tanaman produktif. Kampus kolaborasi dengan Pertamina bisa melestarikan hutan di hulu ini sehingga kita tidak terlalu membebani yang ada di hilir,” ujarnya.

Bibit yang ditanam merupakan bibit berukuran besar sehingga diperkirakan bisa mulai berbuah dalam 3–5 tahun. Kawasan ini juga dimanfaatkan mahasiswa untuk penelitian dan pembelajaran lapangan.

Sekitar 2.001 warga dari Desa Susukan dan Meluay terlibat dalam pemanfaatan serta perawatan kawasan hutan.

Ketua RW sekaligus petani hutan, Muhammad Kamsani, mengaku hutan Wana Dipa menjadi sumber penghasilan keluarganya.

“Saya petani KHDTK Undip, penghasilan sehari-hari nyekolahkan anak dan sebagainya dari hutan, buah-buahan seperti pisang itu hasil saya,” jelasnya.

Ia mengatakan penghijauan wajib dilakukan karena tanah di wilayah Kaligawe cenderung labil.

“Saya prioritaskan untuk penghijauan, kegiatan UNDIP sangat mendukung apapun yang ada di kegiatan ini,” katanya.

Program ini diharapkan mampu membentuk ekosistem berkelanjutan, memperbaiki hulu DAS Babon, dan mendorong tumbuhnya UMKM berbasis hasil tanaman produktif. Kick-off ini menjadi langkah awal kerja sama jangka panjang Pertamina dan Undip untuk menjaga KHDTK Wana Dipa sebagai pusat riset dan konservasi di Jawa Tengah. (kap/web)

Editor : Baskoro Septiadi
#condro kirono #Universitas Diponegoro #pertamina foundation #Rektor Undip #hasil panen