RADARSEMARANG.ID – Antusiasme publik terhadap rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) 2025 memuncak pada Jumat, 19 September 2025.
Sejak pagi, ribuan pelamar dari berbagai daerah menantikan pengumuman hasil seleksi administrasi yang telah dinanti sejak pendaftaran ditutup beberapa waktu lalu.
PT KAI telah memastikan bahwa hasil seleksi administrasi rekrutmen 2025 sudah bisa dicek mulai hari ini.
Namun, perusahaan tidak merilis waktu pasti (jam) pengumuman tersebut.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kepadatan akses secara bersamaan yang berisiko menyebabkan server situs resmi mengalami gangguan atau down.
Langkah ini dinilai bijak, mengingat tingginya animo pendaftar dari berbagai formasi, termasuk formasi umum, tenaga teknis, hingga Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api).
Bagi para pelamar yang ingin mengecek status kelulusannya, berikut adalah langkah-langkah resmi yang harus diikuti:
Kunjungi website resmi:
Masuk ke laman https://e-recruitment.kai.id
Login ke akun Anda:
Gunakan email dan password yang telah didaftarkan saat proses pendaftaran.
Akses menu Pengumuman atau Status:
Di dalam akun, akan ada informasi apakah Anda LULUS atau TIDAK LULUS tahap seleksi administrasi.
Jika lulus, Anda akan mendapatkan notifikasi resmi beserta petunjuk lengkap mengenai tahapan selanjutnya.
Jika tidak lulus, Anda tetap akan menerima keterangan yang jelas. Biasanya disertai saran untuk mencoba kembali di kesempatan rekrutmen berikutnya.
PT KAI tidak mengirim hasil seleksi melalui WhatsApp, Instagram, Telegram, atau media sosial lainnya.
Jangan percaya pada link mencurigakan yang menjanjikan “akses cepat” atau “jalur belakang”.
Tidak ada file PDF berisi daftar peserta lolos. Semua informasi hanya dapat diakses melalui akun resmi masing-masing pelamar di situs e-recruitment.
Tahapan Seleksi Setelah Lulus Administrasi PT KAI 2025
Bagi peserta yang berhasil lolos tahap administrasi, berikut adalah tahapan lanjutan yang akan dijalani:
Seleksi Kesehatan Awal
Tes Psikologi
Wawancara
Seleksi Kesehatan Akhir
Tes Kesamaptaan (khusus untuk formasi Polsuska)
Setiap tahapan akan diumumkan secara bertahap berdasarkan wilayah kerja (Daop/Divre), dan peserta bisa melihat jadwal serta lokasi seleksi melalui akun masing-masing.
Peserta juga diwajibkan membawa dokumen-dokumen penting seperti:
Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Ijazah asli dan fotokopi
Transkrip nilai
Pasfoto terbaru
Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan resmi
Meski hingga saat ini PT KAI belum merilis detail resmi terkait bentuk tes kesehatan awal, peserta bisa mempersiapkan diri dengan memahami pemeriksaan yang umumnya dilakukan dalam rekrutmen badan usaha milik negara (BUMN), termasuk KAI.
Pemeriksaan Umum yang Mungkin Dilakukan:
Antropometri
Pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar dada.
Tekanan Darah
Untuk melihat kondisi jantung dan sirkulasi.
Pemeriksaan Fisik Umum
Meliputi mata, telinga, hidung, tenggorokan, gigi, kulit, hingga organ vital.
Tes Penglihatan dan Pendengaran
Untuk mendeteksi buta warna, gangguan penglihatan, atau kelainan fungsi pendengaran.
Tes Urine
Untuk mendeteksi kelainan metabolik atau penyalahgunaan zat tertentu.
Tes Darah
Sebagai gambaran kondisi kesehatan secara umum.
Rontgen Dada
Untuk mengidentifikasi penyakit paru-paru atau gangguan pernapasan.
Biasanya, tes dilakukan di klinik atau rumah sakit yang sudah bekerja sama dan ditunjuk oleh PT KAI.
Baca Juga: Dugaan Perselingkuhan Irjen Krishna Murti dan Kompol Anggraini Mencuat
Penting bagi semua peserta untuk tidak mudah percaya dengan informasi tidak resmi atau berasal dari sumber tidak dikenal. Semua perkembangan terbaru dan pengumuman resmi hanya akan dipublikasikan melalui:
Website resmi: https://e-recruitment.kai.id
Media sosial terverifikasi PT KAI (Instagram, Twitter/X, Facebook)
Email resmi dari PT KAI
Seleksi rekrutmen PT KAI 2025 telah memasuki tahap penting, dan para pelamar harus tetap waspada terhadap informasi palsu, serta aktif memantau akun masing-masing. Bagi yang lolos, persiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tes lanjutan, terutama tes kesehatan awal dan tes psikologi.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi