Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Titiek Soeharto Ternyata Cicit Pangeran Sambernyawa, Darah Biru Mangkunegaran Mengalir dalam Dirinya

Cheyla Devya Arnellita Dewi • Sabtu, 28 Juni 2025 | 12:06 WIB
Titiek Soeharto dan Ibundanya
Titiek Soeharto dan Ibundanya

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sosok Siti Hediati Hariyadi atau Titik Soeharto, selama ini dikenal sebagai putri Presiden ke-2 RI Soeharto.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa ia juga memiliki garis keturunan langsung dari keluarga bangsawan Jawa, yakni Mangkunegaran.

Ia merupakan cicit dari Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said, pendiri Kadipaten Mangkunegaran.

Darah biru yang mengalir di tubuh Titiek berasal dari ibunya, Siti Hartinah Soeharto, atau lebih dikenal sebagai Ibu Tien Soeharto.

Ibu Tien adalah putri dari KGPAA Paku Alam VII, yang merupakan bagian dari keluarga besar Mangkunegaran III.

Salah satu penerus langsung dari Pangeran Sambernyawa.

Hal ini menjadikan Titiek Soeharto sebagai bagian dari trah bangsawan Mangkunegaran.

Memiliki pengaruh besar dalam sejarah dan kebudayaan Jawa.

Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa adalah pahlawan besar Jawa yang dikenal karena perjuangannya melawan penjajahan Belanda.

Setelah melalui berbagai peperangan, beliau mendirikan Kadipaten Mangkunegaran pada abad ke-18 dan menjadi Mangkunegara I.

Garis keturunannya kemudian diteruskan oleh para Mangkunegaran selanjutnya.

Hal itu termasuk Mangkunegara III, dari mana garis keturunan Ibu Tien Soeharto berasal.

Dengan demikian, Titiek Soeharto merupakan cicit dari Pangeran Sambernyawa.

Secara genealogisnya memiliki hubungan langsung dengan darah bangsawan Mangkunegaean.

Garis keturunan ini telah diakui secara budaya dan sejarah.

Bahkan tercermin dalam peran aktif Ibu Tien dan Titiek Soeharto dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya Jawa.

Kehadiran Titiek dalam Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, pada Kamis malam (26/6) bukan hanya sebagai tokoh publik.

Namun juga sebagai anggota keluarga besar Mangkunegaran yang kembali menyatu dengan tradisinya.

Ia berjalan dalam prosesi tapa bisu bersama ribuan orang lainnya, mengelilingi kompleks istana dalam suasana penuh khidmat.

Keterlibatannya dalam kirab tersebut menyentuh sisi historis dan emosional.

Mengingat leluhurnya lah yang menjadi peletak dasar dari seluruh tradisi ini.

Editor : Baskoro Septiadi
#kirab #Pangeran Sambernyawa #soeharto #Raden Mas Said #mangkunegara #kirab pusaka #malam 1 suro #mangkunegaran #Mangkunegara III #titiek soeharto #suro #ibu tien soeharto #KGPAA Paku Alam