Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kematian Nia si Penjual Gorengan dari Padang Pariaman Sumatera Barat Menemui Titik Terang, Polisi Temukan Bukti Baru Ini

Iskandar • Kamis, 12 September 2024 | 05:06 WIB

Nia, gadis penjual gorengan, tertangkap kamera warga sebelum ditemukan tewas (tangkapan layar)
Nia, gadis penjual gorengan, tertangkap kamera warga sebelum ditemukan tewas (tangkapan layar)
RADARSEMARANG.ID—Kasus kematian Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat mulai menemukan titik terang. Pihak Kepolisian terus menyelidiki kasus tersebut.  Jasad Nia Kurnia Sari ditemukan dikubur tanpa busana di area perkebunan Korong Pasar Surau, Nagari Guguak, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kayu Tanam, Padang Pariaman pada Jumat (6/9/2024) lalu.

Sebelum diduga dibunuh, korban lebih dulu dirudapaksa oleh para pelakunya.  Untuk mengungkap bukti baru, Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat  menerjunkan anjing pelacak K-9 pada Selasa (10/9/2024).

Anjing pelacak ini dikerahkan ke tiga titik di kawasan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga: Merinding! Begini Teriakan Nia Gadis Penjual Gorengan yang Jadi Korban Pembunuhan, Tolong Nia, di Sini Gelap

Hasilnya,  anjing pelacak  menemukan barang bukti baru berupa kaos lengan panjang berwarna hitam di aliran sungai dekat dengan lokasi jasad Nia Kurnia Sari dikubur.

Saat dikonfirmasi ke pihak keluarga, baju itu dinyatakan benar milik korban.

"Kita diperbantukan dengan K-9 Ditsamapta Polda Sumbar. Kita mencari barang bukti yang dipakai oleh korban yang masih belum ditemukan. Sehingga nanti hasilnya sesuai (pakaian yang dipakai korban).

Ada beberapa jenis pakaian yang ditemukan, satu terkonfirmasi milik korban," kata Kapolres Padang Pariaman Ahmad Faisol Amir, Rabu (11/9/2024).

Ahmad Faisol Amir menyampaikan, sampai saat ini penyelidikan masih soal pencarian barang bukti baru dan mengembangkan pemeriksaan saksi-saksi.

Bagaimana dengan hasil autopsy?  Faisol Amir menyampaikan, pihaknya sampai kini masih menunggu hasil resmi dari RS Bhayangkara Padang

Sebelumnya diberitakan, kasus kematian Nia Kurnia Sari  membuat keluarga korban sangat terpukul. Kakak kandung Nia, Rini Wahyuni, mengaku masih sangat kehilangan. Ia sedih dengan kepergian sang adik dengan cara sangat tragis.

Gadis penjual gorengan itu ditemukan tewas terkubur, dalam kondisi terikat dan tanpa busana pada Minggu (8/9).

Rini mengatakan, Nia berjualan gorengan karena ingin kuliah dan beli laptop.

Nia mengambil gorengan yang dibuat tetangganya, lantas  dijajakan keliling kampung.

"Upah yang diterima dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk membeli laptop agar bisa digunakan saat kuliah nanti," ujar Rini, Rabu (11/9).

Namun, impian Nia Kurnia Sari untuk bisa kuliah dan memiliki laptop kini sirna.

Ia tewas di tangan orang-orang biadab.

Nia tewas diduga dibunuh setelah lebih dulu dirudapaksa oleh pelakunya.

Rini mengaku sempat bermimpi bertemu Nia pada malam setelah kejadian.

Dalam mimpinya, Nia Kurnia Sari seperti orang ketakutan dan minta tolong.

"Malam itu Rini bermimpi. Nia berteriak minta tolong. 'Tolong Nia, tolong Nia di sini gelap'," ucap Rini.

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan ini.

Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat bahkan telah menerjunkan anjing pelacak K-9 untuk mencari barang bukti atas kasus tersebut. 

Seperti diketahui, misteri kematian Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai terkuak. Nia diduga dibunuh setelah terlebuh dulu dirudapaksa. Kini, teka-teki pelaku mulai terang.

Donald Debra selaku Koordinator Tagana Padang Pariaman, mengatakan,  pelaku yang diduga menghabisi nyawa Nia lebih dari Seorang. Diduga ada tiga orang. Rata-rata remaja tamatan SMA. Keterangan itu disampaikan oleh Donald dalam dalam sebuah siaran YouTube.  Para terduga disebut-sebut kerap nongkrong di gubuk yang berada di sekitar lokasi ditemukannya jasad Nia.

"Dari informasi sudah ada beberapa saksi yang dipanggil oleh pihak kepolisian, yang pelaku utama masih diburu," kata Donald, Rabu (11/9). Pemilik akun itu mengaku sebagai tetangga korban.

"Ini kejadian deket rumah gue. Adeknya jual gorengan keliling tiap hari buat biaya kuliah adeknya tahun depan Malah di perko*sa dan di bunuh sama 3-4 Pemuda yang Ga punya otak. BAJIxxGAN. Kasihan banget aslii," tulisnya.

Lebih lanjut, akun @yourchochobun itu juga menyebut ciri-ciri para pelaku.

Dia mengatakan, para pelaku merupakan pemuda yang rata-rata baru tamat SMA.

"Mana semua pelakunya itu rata2 baru tamat sma semua. Kayaknya pendidikan di Indo harus dipertanyakan lagi yaa. Kok bisa ya anjing. Orang bisa berbuat kek gini. Setan aja minder anjing," tulis @yourchochobun.

Disebutkan pemilik akun itu, pelaku saat ini sudah diamankan polisi.

Namun ada juga pelaku yang masih buron.

"Aku ga berani up karena statusnya masih saksi, belum naik jadi tersangka
Takutnya kena UU ITE nanti," kata dia.

Nia Kurnia Sari, 18, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman ditemukan tewas terkubur, dengan kondisi terikat dan tanpa busana. (isk)

Editor : Iskandar
#Korban Rudapaksa #Nia Kurnia Sari #polda sumatera barat #gadis penjual gorengan #Padang Pariaman Sumatera Barat