RADARSEMARANG.ID – Siswa kursus bahasa mandarin dikejutkan dengan penemuan mayat gurunya di Perumahan Delta Asri 7, Desa Magelung, Kaliwungu Selatan, Kendal Jumat (6/9) malam.
Guru tersebut bernama Phoa Fendi Santoso, berusia 28 tahun, warga Pedurungan, Kota Semarang.
Diketahui jika korban melakukan Tindakan bunuh diri dengan cara menembakan senjata angin ke bagian dadanya.
Hal tersebut dibuktikan dengan olah TKP yang dilakukan kepolisian yang mendatangi ke lokasi ditemukan senjata angin laras panjang berada tidak jauh dari tubuh korban
Tak hanya itu saja, dilokasi rumah tersebut juga ditemukan sepucuk surat wasiat yang ditunjukkan kepada Bapak Andreas.
Berikut isi surat wasiat tersebut :
Beberapa tahun berlalu, walaupun aku bisa ketawa-ketawa tapi sebenanrnya aku masih kangen sama papaku.
Terus diawal pandemic aku malah kehilangan mamaku, rasanya penegen bunuh diri saat itu juga. tapi aku masih bisa bertahan karena sebelumnya aku pernah janji ke mama.
aku bakal pulang ke semarang buat kursus mandarin dan bakal sukses kayak papa. beberapa bulan stelah tabunganku cukup untuk modal, aku jalani proses itu sendirian selama 3 bulan.
sebelum aku bentuk tim. selama aku bangun kursusan, aku merasa campur tangan Tuhan bekerja di hidupku. dari plan tabungan yang mestinya cuma bisa bertahan untuk 4 bulan.
Tuhan selalu penuhi kebutuhanku sampai aku bisa gaji timku dengan lancer dan buat aku bisa beli ini itu.
Setelah kursusanku jalan, aku kehilangan orang baru yang aku cinta, sempet rasanya pengen mati, karena janjiku ke mama bangun kursusan sudah terpenuhi tapi aku masih bisa bertahan karena masih ada murid gelombang pertama yang perlu aku bombing sampai lulus.
Tidak hanya itu dalam surat wasiat juga dituliskan harta yang dimiliki korban sepenuhnya diserahkan untuk gereja yang ada di wilayah Tlogosari Kota Semarang.
Posisi senjata diletakan di kursi, dengan pelatuk diikat kabel charing lalu ditarik mengenai dada korban.
Petugas Inafis Polres Kendal yang datang ke TKP langsung mengamankan sejumlah barang milik korban dan senjata angin yang digunakan untuk menembak korban.
Jenasah kemudian di bawa ke RSUD Soewondo Kendal. Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Kasusnya saat ini dalam penanganan Polsek Kaliwungu dan Polres Kendal.(dka)
Editor : Tasropi