RADARSEMARANG.ID - Kabar baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tahun 2024 terkait THR.
Selain kenaikan gaji yang telah disahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga memastikan bahwa tunjangan hari raya (THR) ASN/PNS akan dibayar penuh.
Menurutnya, pembayaran THR ini akan dilakukan 10 hari sebelum lebaran atau H-10 lebaran.
Baca Juga: THR Pensiunan 2024 Siap Dicairkan, Ini Jadwal dan Daftar Penerimanya
Sebelumnya, karena kondisi keuangan negara yang terdampak krisis akibat pandemi Covid-19, THR ASN tidak dibayarkan penuh.
Pada tahun 2020, hanya ASN tertentu, seperti pejabat di bawah eselon II dan pensiunan yang menerima THR.
Namun, pada tahun 2021, THR diberikan kepada seluruh aparatur negara dan pensiunan tanpa tunjangan kinerja, dengan komponen yang mencakup gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan/fungsional/umum.
Pada 2022 dan 2023, THR ASN diberikan separuh dari yang seharusnya, berdasarkan gaji pokok, tunjangan melekat, dan tunjangan kinerja.
Dikutip dari laman pajakku, ketua Umum Korpri, Zudan Arif Fakrulloh, berharap THR ASN tahun 2024 bisa dicairkan penuh.
Namun begitu, akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran akibat penerimaan pajak yang rendah.
Menurut Zudan, jika THR ASN tahun ini dicairkan penuh, akan mencakup gaji pokok, tunjangan kinerja, tunjangan melekat seperti tunjangan anak dan suami/istri, serta tunjangan makan.
Sementara itu, pemerintah telah merampungkan aturan untuk pencairan THR, dengan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang mengatur pembayaran THR dan gaji ke-13 tahun 2024.
Persiapan dimulai sejak 19 Februari untuk memastikan pencairan lancar dan sesuai rencana yang dimulai H-10 menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kebijakan THR ini merupakan bagian dari rencana APBN 2024. Pemerintah menyatakan pencairan penuh THR sebagai kontribusi dari Aparatur Negara.
Termasuk diantaranya TNI, Polri, tenaga pendidik, dan pensiunan yang bertugas di pusat dan daerah.
Kebijakan tersebut juga bertujuan untuk memulihkan ekonomi nasional dengan memperkuat daya beli masyarakat.
Editor : Baskoro Septiadi