RADARSEMARANG.ID - Boeing 737 kembali menjadi sorotan usai pesawat milik Airlines mengalami insiden pintu terlepas saat terbang.
Kejadian ini menambah catatan negatif pada salah satu produk Boeing terlaris ini.
Akibat peristiwa ini salah satu keluarga Boeing 737 Max harus kembali merasakan dikandangkan seperti pendahulunya.
Meskipun dikenal sebagai tipe pesawat yang banyak dipesan oleh maskapai dan tergolong laris pada kelasnya.
Namun sering kali keluarga 737 dilanda kontroversi dan skandal, seperti terlibat kecelakaan fatal sampai memakan banyak korban.
Boeing 737 pertama kali dioperasikan pada tahun 1967 dan sejak itu telah menjadi pesawat penumpang yang sangat populer.
merupakan salah satu jenis pesawat komersial berbadan sempit dengan mesin ganda (twin jet) yang diproduksi oleh Pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat.
737 adalah produk yang paling laris di pasar penerbangan dunia dengan penjualan lebih dari 15,533 unit hingga bulan Maret 2019 dengan pesanan yang belum terkirim mencapai 4703 unit pada bulan Maret 2019.
Di Indonesia, Boeing 737 merupakan "standar" armada bagi maskapai-maskapai di Indonesia.
Hampir semua maskapai penerbangan di Indonesia pernah dan atau masih mengoperasikan 737.
Boeing 737 terbagi atas empat seri kategori yaitu Original: Boeing 737 seri -100 dan -200 (Diproduksi pada tahun 1967 - 1988), Klasik: Boeing 737 seri -300, -400, dan -500 (Diproduksi pada tahun 1983 - 2000).
Kemudian Next-Generation (atau 737 NG): 737 seri -600, -700, -800, -900, dan -900ER (Diproduksi pada tahun 1997 - sekarang ) dan MAX (atau 737 MAX): 737 seri -7,-8, -9, dan -10 (terbang perdana tahun 2017).
Saat ini Boeing 737 MAX merupakan sebuah model terbaru dari Boeing.
Pesawat ini merupakan generasi ke-4 dari Boeing 737 dan merupakan pengganti dari seri Next Generation.
Perubahannya seperti mesin baru yaitu yang lebih ekonomis, penggantian winglet pesawat, dan peningkatan.
Namun Pada awal masa beroperasinya, terjadi dua kecelakaan yang melibatkan Boeing 737 MAX, yaitu Lion Air penerbangan 610 dan Ethiopian Airlines penerbangan 302.
Kedua kecelakaan tersebut menyebabkan Boeing 737 MAX dilarang terbang di seluruh dunia.
Hasil investigasi menunjukan bahwa terdapat masalah pada sistem MCAS yang ada di 737 MAX.
Fitur tersebut tidak diketahui oleh para pelanggan dan pilot 737 MAX.
Hal tersebut memaksa Boeing untuk merevisi desain MCAS dan memberikan pelatihan tambahan mengenai sistem tersebut.
Pada 2022, pesawat Boeing 737 juga mengalami beberapa insiden yang mengguncang.
Di antarana jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines yang jatuh pada 21 Maret 2022.
Insiden ini menewaskan 132 orang didalamnya, termasuk 123 penumpang dan sembilan awak.
Di Indonesia, Boeing 737 pernah dilarang terbang (grounded).
Kementerian Perhubungan bahkan pernah melarang beroperasinya pesawat Boeing 737 Max 8 sejak 12 Maret 2019 hingga 27 Desember 2021 atau sekitar 33 bulan.
Sekarang pemerintah kembali melarang sementara penerbangan Boeing 737 seri Max 9 menyusul insiden yang dialami Alaska Airlines.
Grounding pesawat oleh FAA atau otoritas penerbangan lainnya juga dilakukan pasca insiden pintu terlepas tersebut.
Sejak dua kecelakaan fatal yang mengakibatkan pesawat Boeing 737 Max di-grounding secara global hampir lima tahun lalu, FAA telah mengawasi dengan ketat model tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi