Salah satu sekolah yang kebanjiran yakni SMPN 2 Tirto. Tak hanya sekolah, akses menuju sekolah ini dari arah Desa Tanjung juga banjir. Meski hanya sepanjang beberapa puluh meter, namun kedalamannya lumayan. Banyak sepeda motor mogok saat menerjang genangan di dekat SMPN 2 Tirto itu.
Di areal sekolah, air menggenangi hampir seluruh bagian. Termasuk ruang kelas dan ruang guru. Tapi dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Semarang, para siswa tetap datang ke sekolah. Meski akhirnya tak jadi belajar karena diliburkan secara mendadak.
"Tidak ada pengumuman sekolah banjir dan akan diliburkan seperti ini, jadi kami tetap berangkat," kata Jihan Syafaah, siswi kelas IX SMPN 2 Tirto.
Saat ditemui koran ini, Jihan sedang menunggu jemputan orang tuanya. Teman-temannya sudah pulang naik sepeda. Rumah Jihan cukup jauh, yakni di Kelurahan Wiradesa, Kecamatan Wiradesa.
"Tadi pas berangkat motor enggak mogok sih. Semoga ini pas jemput juga enggak mogok," ucapnya.
Kepala SMPN 2 Tirto Khoirul Huda tampak sudah tidak berseragam. Ia hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek sambil memeriksa satu per satu sudut sekolah yang tergenang.
"Seragam saya copot. Saya sudah antisipasi bawa pakaian ganti," ungkapnya.
Huda mengatakan, pagi sekitar pukul 06.00 genangan di areal sekolah belum tinggi. Namun perlahan air mulai naik dan menggenangi ruang-ruang sekolah. Mulanya kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan. Namun pukul 10.00 kondisi makin parah.
"Sehingga kami ambil keputusan setelah jam istirahat pertama, siswa kami pulangkan. Kami ganti pelajaran lewat daring," jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan Kholid mengatakan, data per Kamis (23/2) siang ada 13 sekolah kebanjiran. Pihaknya memang menyampaikan ke sekolah tersebut untuk meliburkan siswanya.
"Kalau sekolah yang masih memungkinkan, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan," ucapnya.
Ia menambahkan, sekolah-sekolah akan melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) pada 27 Februari - 4 Maret. Bidang Sarpras Dindikbud sudah mengantisipasi apabila pada masa UTS itu sekolah tetap kebanjiran.
"Kami sudah mencari lokasi-lokasi pengganti yang dapat digunakan untuk kelangsungan UTS. Misalnya di rumah penduduk sekitar atau balai desa setempat yang aman dari banjir," tandasnya. (nra/zal)
13 Sekolah Kebanjiran:
- SMP N 1 Buaran
- SMP N 2 Wiradesa
- SMP N 3 Tirto
- SMP N 2 tirto
- SDN 02 Blacanan Siwalan
- SDN 01 Wonokertokulon
- SMP 2 Siwalan
- SDN 5 Sragi
- SDN 01 Depok Siwalan
- SDN 01 Tegaldowo Tirto
- SDN Mulyorejo Tirto
- SDN Kranding Tirto
- SDN 01 Silirejo Tirto