Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kang Abik: Palestina Bukan Sekadar Isu, tetapi Persoalan Kemanusiaan

F

 


Advertisement

Bedah Buku novel Ayat-Ayat Cinta 3: Cintaku di Gaza, Habiburrahman El Shirazy, dalam kegiatan bedah buku di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung (FAI UNISSULA) Semarang, Kamis (29/10).
Bedah Buku novel Ayat-Ayat Cinta 3: Cintaku di Gaza, Habiburrahman El Shirazy, dalam kegiatan bedah buku di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung (FAI UNISSULA) Semarang, Kamis (29/10).

RADARSEMARANG.ID — Sastra dapat menjadi medium untuk menyuarakan kepedulian terhadap penderitaan manusia. Pesan itulah yang disampaikan penulis novel Ayat-Ayat Cinta 3: Cintaku di Gaza, Habiburrahman El Shirazy, dalam kegiatan bedah buku di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung (FAI UNISSULA) Semarang, Kamis (29/10).

Penulis yang akrab disapa Kang Abik tersebut mengungkapkan, novel Ayat-Ayat Cinta 3: Cintaku di Gaza lahir dari kegelisahan atas penderitaan masyarakat Palestina. Melalui karya sastra, dia berupaya menghadirkan kisah yang mengajak pembaca memahami penderitaan, keteguhan, sekaligus harapan masyarakat Palestina.

Advertisement

Menurut Kang Abik, persoalan Palestina tidak semata-mata berkaitan dengan konflik, tetapi juga menyangkut kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, cinta dalam novel tersebut tidak hanya dimaknai sebagai hubungan antartokoh, tetapi juga sebagai dorongan untuk menumbuhkan empati terhadap sesama manusia.

“Melalui karya sastra, pembaca diajak untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan saudara-saudara kita di Palestina,” menjadi pesan yang mengemuka dalam pemaparannya.

Kang Abik juga menyoroti pentingnya kekuatan bahasa dalam menyampaikan pesan. Sebuah karya, menurut dia, perlu memiliki kekuatan bahasa agar gagasan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Advertisement

Dia mengaitkan hal tersebut dengan ungkapan inna minal-bayāni lasiḥran, yang menggambarkan betapa kuatnya pengaruh bahasa dan tutur kata dalam membangun pemahaman.

Dalam kesempatan itu, Kang Abik mengajak masyarakat untuk mewujudkan kepedulian terhadap Palestina melalui berbagai cara, mulai dari doa, perhatian, hingga bantuan sesuai kemampuan masing-masing.

Dia juga mengingatkan kedudukan Palestina sebagai al-arḍ al-muqaddasah, tanah yang disucikan. Dalam refleksinya, Palestina menjadi simbol cinta dan kepedulian yang terus hidup di hati umat Islam di berbagai belahan dunia.

Suasana bedah buku semakin bermakna ketika Kang Abik membacakan syair yang digubah dari puisi “Mal’un Saifa Akhi” karya Faruq Jaudah. Pembacaan tersebut memperkuat pesan tentang penderitaan, kepedulian, dan kemanusiaan yang menjadi salah satu napas utama novel Ayat-Ayat Cinta 3: Cintaku di Gaza.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mahasiswa Geruduk di Kantor Perhutani Jateng, Desak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Dicopot

Mahasiswa Geruduk di Kantor Perhutani Jateng, Desak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Dicopot

Mahasiswa Unissula meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dicopot, penindakan tegas terhadap investor yang membuka lahan dengan cara membakar hutan, serta transparansi hak guna usaha (HGU) perusahaan.

Rp435 Triliun Dana Umat, Kemenag Kejar Dampak Bukan Sekadar Penyaluran

Rp435 Triliun Dana Umat, Kemenag Kejar Dampak Bukan Sekadar Penyaluran

Potensi zakat, kurban, dan wakaf mencapai sekitar Rp435 triliun pada 2025. Namun, sebagian besar dana umat tersebut masih disalurkan langsung muzaki kepada masyarakat.

10 Keunggulan Unissula, Bidik Lulusan Berdaya Saing Global

10 Keunggulan Unissula, Bidik Lulusan Berdaya Saing Global

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus memperkuat strategi menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer