KSOP Kelas I Tanjung Emas Gelar Simulasi Hadapi Serangan Siber Maritim

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas bersama Forum Komunikasi Port Facility Security Officer (PFSO) menggelar Joint Exercise ISPS Code 2026 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapsiagaan personel keamanan pelabuhan dalam menghadapi ancaman siber yang berpotensi mengganggu operasional pelabuhan dan rantai logistik.
Simulasi mengangkat skenario serangan siber terhadap aplikasi TOP-X di fasilitas PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang (TPKS). Gangguan tersebut digambarkan berdampak pada sistem operasional pelabuhan hingga aktivitas logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Kepala Subdirektorat Pengamanan Kesatuan Pengawas Laut dan Pelayaran, Yuserizal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan latihan yang dirancang untuk menguji kesiapsiagaan, jalur komunikasi, serta respons seluruh unsur keamanan maritim sesuai standar International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.
"Exercise ini menjadi kesempatan untuk memperbarui pengetahuan, pemahaman, dan informasi terkini sehingga profesionalisme serta kualitas personel keamanan terus meningkat, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, latihan tidak hanya menguji kemampuan personel menjalankan prosedur keamanan, tetapi juga mengevaluasi sejauh mana mereka memahami regulasi yang berlaku, mulai dari penerapan access control, prosedur pengamanan, hingga mekanisme peningkatan tingkat keamanan (security level).
"Kalau PFSO tidak pernah menyampaikan prosedur kepada petugas security di lapangan, maka fungsi pengamanan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu exercise harus benar-benar menguji kemampuan personel di setiap security level, dari level satu hingga tingkat keamanan yang lebih tinggi," katanya.
Selain itu, latihan juga menjadi sarana menilai efektivitas koordinasi antara keamanan fasilitas pelabuhan dengan keamanan kapal. Menurut Yuserizal, apabila serangan siber berdampak terhadap operasional kapal, maka koordinasi antara Port Facility Security Officer (PFSO), Ship Security Officer (SSO), dan Company Security Officer (CSO) harus berjalan optimal.
"Interaksi langsung terjadi antara kapal dengan fasilitas pelabuhan. Karena itu sinergi seluruh unsur keamanan harus terus diuji agar respons terhadap ancaman dapat dilakukan secara cepat dan tepat," jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


