Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program MBG Terancam Masalah, Kontraktor Pembangunan SPPG Keluhkan Belum Dibayar

I
Penulis: Ida Fadilah❯
Ketua Ormas Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta menyuarakan pembangunan MBG belum dibayar di beberapa titik SPPG, Senin (2/2/2026).
Ketua Ormas Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta menyuarakan pembangunan MBG belum dibayar di beberapa titik SPPG, Senin (2/2/2026).

 


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah disorot lantaran pelaksanaannya dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Keluhan datang dari mitra pembangunan dapur MBG yang hingga kini belum menerima pembayaran, meski pekerjaan sebagian bahkan telah rampung.

Ketua Ormas Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta sekaligus advokat menyebut pihaknya menerima aduan dari sejumlah rekanan di daerah, salah satunya dari Blora.

Advertisement

Ia mengungkapkan, pada awal kerja sama, pihak yayasan mendorong calon pelaksana dapur MBG untuk segera membangun tanpa modal awal.

“Kesepakatan awalnya, mereka diminta membangun dulu. Tapi tanpa diberikan dana. Akhirnya rekanan terpaksa berutang ke toko material, bahkan ada tenaga kerja yang belum dibayar,” ujarnya, Senin (2/2/2026) di Semarang.

Advertisement

Dalam perkembangannya, pembayaran prestasi pekerjaan yang telah dilakukan tak kunjung cair. Bahkan, ia mendapat informasi sejumlah dapur yang sudah dibangun hendak dijadikan agunan melalui perbankan.

 

Keluhan serupa disampaikan Kepala Desa Sambiroto, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Sukarno. Ia menuturkan belum menerima pembayaran meski pembangunan telah selesai.

“Kami sebagai penyedia tempat dan bangunan dengan perjanjian setelah embangunan selesai akan dibayar sesuai nilai kontrak, akan tetapi setelah bangunan jadi sudah lebih dari 6 Bulan kami tidak dibayar,” kata Sukarno yang juga owner SPPG Putra Jawa Bangun Negara (PUJANGGA) ini.

Ia mengatakan dalam perjalanan, terjadi perubahan kerja sama. Pengelola yang semula berbentuk koperasi beralih menjadi yayasan berbeda di Jawa Tengah dan wilayah luar Jawa.

Pembangunan dapur kemudian dikerjakan kontraktor lokal dengan nilai kontrak sekitar Rp1,5 miliar dan dipotong pajak jadi Rp 1,3 miliar. Menurutnya, semestinya gedung itu sudah bisa dioperasikan tahun ini.

“Soal pembayaran, dalam kontrak disebutkan dibayar penuh setelah pekerjaan selesai dan disetujui. Pekerjaan sudah selesai sesuai jadwal, verifikasi juga dilakukan, tapi sampai sekarang pembayaran belum kami terima,” ujarnya.

Akibatnya, sejumlah supplier peralatan dan material ikut terdampak karena belum dibayar. Situasi ini memicu saling menahan proses administrasi, termasuk pencairan melalui bank.

"Pinjaman kredit buat pembangunan kami telat bayar, sehingga akses perbankan kami kurang baik, bahkan buruk," keluhnya.

Baik Riyanta maupun Sukarno berharap pemerintah pusat segera turun tangan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai kesepakatan awal dan tidak merugikan mitra di daerah. (ifa)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Viral Motor Listrik di Dekat Tumpukan Sampah, Begini Tanggapan BGN

Viral Motor Listrik di Dekat Tumpukan Sampah, Begini Tanggapan BGN

Video motor listrik diduga MBG terparkir dekat tumpukan sampah viral. BGN dan Kejagung membantah kendaraan itu terkait pengadaan motor listrik mereka.

Kasus Keracunan MBG Terus Berulang, Ribuan Warga Terdampak, Ini Data Terbaru Kasus MBG

Kasus Keracunan MBG Terus Berulang, Ribuan Warga Terdampak, Ini Data Terbaru Kasus MBG

Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di sejumlah daerah pada 2026. Simak data korban,

Ratusan Siswa TK, SD Sampai Lansia di Bawang Batang Diduga Keracunan Usai Makan MBG

Ratusan Siswa TK, SD Sampai Lansia di Bawang Batang Diduga Keracunan Usai Makan MBG

Kembali terjadi kasus keracunan MBG, kali ini menimpa ratusan siswa TK,SD hingga lansia di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer