Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miliki Lahan dan Berdayakan Napi, Lapas Semarang Usul Jadi Dapur MBG

I
Penulis: Ida Fadilah❯

 


Advertisement

 

Lapas Semarang memiliki lahan luas, usulkan jadi dapur MBG.
Lapas Semarang memiliki lahan luas, usulkan jadi dapur MBG.


RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Semarang mengusulkan agar fasilitas yang dimilikinya dapat dimanfaatkan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.

Kepala Lapas Semarang Ahmad Tohari menyampaikan, usulan tersebut didasarkan pada kesiapan sarana dan sumber daya manusia (SDM) yang sudah tersedia di dalam lapas yakni para warga binaan atau narapidana.

Salah satu gedung yang dinilai sangat memungkinkan untuk dijadikan dapur MBG berada di area Bimbingan Kerja (Bimker).

Advertisement

“Setelah kami lihat dan ukur, gedung di Bimker itu memungkinkan untuk pembuatan SPPG. Luasnya kurang lebih sekitar 390 meter persegi,” ujarnya.

Gedung tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan produksi kursi sintetis. Namun, kegiatan itu saat ini tidak lagi berjalan optimal.

Menurutnya, produksi kursi sintetis sempat berjalan sekitar setengah tahun, tetapi kemudian terhenti akibat kebijakan ekspor yang berdampak pada rekanan usaha.

Advertisement

“Karena ada kebijakan tertentu, rekanan kewalahan sehingga produksi berhenti cukup lama. Nah, ke depan gedung itu akan kita manfaatkan untuk mendukung MBG,” jelasnya.

Usulan pembentukan SPPG tersebut telah disampaikan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak MBG pusat untuk penetapan titik SPPG di lapas.

Ia menegaskan, dari sisi tenaga kerja, lapas sangat siap. Dengan jumlah warga binaan yang mencapai sekitar 1.500 orang, kebutuhan tenaga seperti juru masak, pemotong bahan, hingga petugas pencuci peralatan dapur dapat dipenuhi dari dalam lapas.

“Tenaga kita siap, SDM-nya ada dan tidak ke mana-mana. Jadi dari sisi gedung siap, SDM juga siap,” tegasnya.

Sementara itu, untuk kebutuhan tenaga khusus seperti ahli gizi, pihak lapas menyebut hal tersebut menjadi kewenangan penyelenggara MBG. Lapas akan berfokus pada penyediaan tenaga operasional dapur.

Terkait waktu operasional, pihaknya berharap dapur SPPG di lapas bisa segera direalisasikan. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, pembukaan SPPG di wilayah tersebut belum dilakukan pada tahun ini.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa dibuka. Kalau sudah ada, kita bisa langsung bergerak lebih cepat,” pungkasnya. (ifa)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lapas Semarang Kelebihan Penghuni, 36 Napi High Risk Dipindah ke Nusakambangan

Lapas Semarang Kelebihan Penghuni, 36 Napi High Risk Dipindah ke Nusakambangan

Pemindahan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan dan ketertiban serta memastikan penyelenggaraan pembinaan berjalan lebih optimal

Lapas Semarang Kecolongan, Modus Lempar Narkoba Ungkap Celah Pengamanan

Lapas Semarang Kecolongan, Modus Lempar Narkoba Ungkap Celah Pengamanan

Lapas Kelas I Semarang meningkatkan intensitas kontrol keliling (trolling) pada area brandgang, dan menambah pengawasan CCTV usai insiden pelemparan narkoba

Jelang Bebas, Napi Lapas Semarang Hapus Tato sebagai Simbol Pertobatan

Jelang Bebas, Napi Lapas Semarang Hapus Tato sebagai Simbol Pertobatan

Tinggalkan Masa Lalu, Warga Binaan Lapas Semarang Ikuti Program Hapus Tato

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer