Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dicopot, Gus Yahya Melawan dan Bakal Tempuh Jalur Hukum

M
Penulis: Miftahul A’la❯
KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menanggapi beredarnya surat pemecatan dirinya dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menanggapi beredarnya surat pemecatan dirinya dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

RADARSEMARANG.ID – Polemik pencopotan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memanas.


Advertisement

Gus Yahya bahkan menegaskan bakal melawan pemakzulan. Termasuk kemungkinan untuk menempuh jalur hukum jika jalur musyawarah tidak menemukan titik terang.

Gus Yahya mengegaskan akan terus pertahankan ini dengan sekuat-kuatnya. Karena posisinya secara Ketum PBNU sah dan masib berlangsung sampai nanti digelar Muktamar NU ke 35 di Surabaya.

“Jika dialog, jalan musyawarah dengan akal sehat, dengan maksud baik, dengan hati yang tulus, ditolak  kami siap menempuh jalur hukum,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Advertisement

Gus Yahya menjelaskan, dalam AD/ART dan peraturan di PBNU, Ketum hanya bisa digantikan melalui muktamar.

Sehingga, ia tidak bisa digulingkan sebelum berjalannya Muktamar. Otomatis, sampai sekarang masih tetap menjabat sebagai Ketum PBNU yang sah dan diakui organisasi.

“Tidak ada yang menginginkan perpecahan dalam organisasi,” tegasnya.

Advertisement

Hasil Rapat Harian Syuriyah mengenai jabatannya saat ini tidak dapat diterima dan batal demi hukum karena di luar kewenangan dari Rapat Harian Syuriyah itu sendiri.

Ia menegaskan jabatan ini bukan sesuatu yang terpenting, tetapi yang paling penting adalah mengenai tatanan organisasi.

“Mari kita laksanakan tatanan organisasi ini," tutur Gus Yahya.

Konflik di internal PBNU memang terus panas. Baik kubu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mapun Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mifatchul Akhyar sama-sama tidak ada yang mau mengalah.

Rais Aam PBNU KH Mifatchul Akhyar menegaskan Gus Yahya sudah dicopot dari Ketum PBNU. Sementara Gus Yahya tak terima pencopotan dan mengklaim tetap sebagai Ketum PBNU.

Para Nahdliyin terbelah. Ada yang pro dan kontra. Mereka menyayangkan konflik di internal ormas NU yang tak kunjung usai. Konflik semakin panas ketika pencopotan Gus Yahya berjalan dua bulan jelang Muktamar NU ke 35 di Surabaya Januari 2026 mendatang.

Ini menjadi tantangan terbesar PBNU agar tidak ada perpecahan di kalangan nahdliyin. Ketika petinggi ormas bermain-main, jelas akar rumput yang menjadi korban. Sudah tidak merasakan apapun, tetapi ketiban masalah.

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ini Lima Rekomendasi Forum Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama kepada PBNU: Dari Munas hingga Lokasi Muktamar Ke-35

Ini Lima Rekomendasi Forum Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama kepada PBNU: Dari Munas hingga Lokasi Muktamar Ke-35

para ulama menyepakati lima rekomendasi untuk PBNU menjelang agenda besar organisasi, termasuk Munas, Konbes, dan Muktamar Ke-35 NU.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer