Asyik Belajar Iman Qada dan Qadar dengan Metode Everyone is a Teacher Here

Oleh : Muh Nashoha S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Agama Islam Budi Pekerti (PAIBP) punya posisi yang strategis membentuk pribadi unggul, santun dan berakhlaqul karimah. Namun, realitanya mata pelajaran ini kadang dianggap sepele, karena guru dalam proses pembelajaran masih menggunakan metode konvensional. Akibatnya, peserta didik kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas dan mengalami kejenuhan yang berakibat pada rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu, guru dituntut menguasai berbagai teknik dan metode dalam proses pembelajaran sehingga dapat menumbuhkan minat dan partisipasi peserta didik.

Salah satu teknik yang dapat digunakan memahami materi pembelajaran adalah metode Everyone is a Teacher Here. Penulis menggunakan metode ini dalam pembelajaran Iman kepada Qada dan Qadar di kelas IX SMPN 1 Pageruyung. Agus Suprijono (2009:110) menjelaskan metode pembelajaran Everyone is a Teacher Here merupakan metode untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan maupun individu.
Metode ini memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan mudah, aktif dan menyenangkan, serta mampu memotivasi peserta didik dan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajari temannya mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu bersamaan, membuat/menjawab pertanyaan, serta mengemukakan pendapat ataupun menanggapi pendapat orang lain.

Baca juga:  Mudahnya Mencari Bilangan Prima dengan Saringan Eratosthenes

Langkah–langkah penerapan metode Everyone is a Teacher Here sebagai berikut, 1) bagikan kertas kepada setiap peserta didik dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang dipelajari. 2) Kumpulkan kembali kertas tersebut, kocok. Lalu, bagikan kembali secara acak. Usahakan pertanyaan tidak kembali kepada yang bersangkutan. 3) Mintalah mereka untuk membaca/memahami pertanyaan yang diperoleh sambil memikirkan jawabannya. 4) Undang sukarelawan untuk membacakan pertanyaan yang ada di tangannya (untuk menciptakan budaya bertanya).

5) Mintalah ia memberikan respon atas pertanyaan tersebut, kemudian mintalah kepada teman sekelasnya untuk memberi pendapat atau melengkapi jawabannya. 6) Berikan apresiasi (pujian/tidak menyepelekan) terhadap jawaban/tanggapan peserta didik agar termotivasi dan tidak takut salah. 7) Kembangkan diskusi lebih lanjut dengan cara peserta didik secara bergantian membacakan pertanyaan sesuai waktu yang tersedia. 8) Guru melakukan kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut. (Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Ismail SM, 2008:74)

Baca juga:  Meningkatkan Partisipasi Belajar dengan Metode Small Group Discussion

Metode ini memiliki beberapa kelemahan di antaranya, pertanyaan yang dibuat peserta didik tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran, membutuhkan waktu yang lama untuk membahas semua pertanyaan apalagi jika kelas tersebut memiliki jumlah siswa yang banyak dan kemungkinan ada peserta didik yang tidak mampu menjawab pertanyaan. Guru dapat menyiasatinya dengan menerapkan beberapa strategi di antaranya, untuk pertanyaan yang tidak sesuai, sebelum proses pembelajaran dimulai guru perlu memberi penjelasan singkat tentang materi pembelajaran agar pertanyaan yang dibuat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kelas dengan jumlah peserta didik banyak dapat diatasi dengan membentuk kelompok, sehingga jawaban pertanyaan setiap kelompok cukup diwakili oleh seorang peserta didik. Pembentukan kelompok ini sekaligus menjawab kelemahan jika ada peserta didik yang tidak dapat menjawab pertanyaan, mereka bisa mendiskusikannya bersama kelompok.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Membandingkan Pecahan dengan Media Sosis Goreng

Metode ini bertujuan membiasakan peserta didik belajar aktif secara individu, membudayakan berani bertanya dan percaya diri. Metode ini memiliki kelebihan antara lain memberikan pengalaman yang menyenangkan, mengoptimalkan potensi peserta didik, melatih berpikir kritis melalui kegiatan membuat pertanyaan, berani mengemukakan pendapat, menumbuhkan sikap tanggung jawab, minat, dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran sehingga tercapainya tujuan pembelajaran. Hal tersebut penulis rasakan setelah menerapkan metode Everyone is a Teacher Here di kelas IX SMPN 1 Pageruyung. (igi2/ida)

Guru PAIBP SMPN 1 Pageruyung Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya