alexametrics

Tips Buat Kamu Agar Tehindar dari Berita Hoax

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Penyebaran berita palsu atau yang biasa kita sebut sebagai Hoax saat ini cukup marak. Dan tentunya hal ini sangat meresahkan bagi seluruh individu, tidak terkecuali bagi masyarakat Indonesia.

Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi apa pun dari berbagai media sosial, dengan kemudahan akses ini membuat berita hoax sangat mudah tersebar dengan cepat dan luas.

Hoax sendiri adalah berita bohong, informasi palsu, atau kabar dusta. Istilah ini semakin popular karena banyak individu yang memiliki literasi media yang masih rendah terlebih media online terutama media sosial yang masih menjadi referensi utama dalam pengambilan sumber informasi.

Kata hoax muncul pertama kali di kalangan masyarakat Amerika dan didasarkan pada sebuah film dengan judul The Hoax. Berbagai pengertian hoax memiliki tujuan bermacam-macam, mulai dari sekedar lelucon, iseng, hingga membentuk opini publik. Informasi yang kurang atau bahkan tidak bermutu menyebar secara luas tanpa verifikasi dan konfirmasi.

Baca juga:  G20 EMPOWER Presidensi Indonesia Fokus Dorong Pemberdayaan Perempuan pada Sektor Swasta dan Publik

Ini dia beberapa ciri berita Hoax yang dapat kamu kenali di media sosial menurut Kominfo :

1. Sumber Informasi Tidak Jelas

Sumber informasi atau medianya tidak jelas identitasnya, mengeksploitasi fanatisme SARA. Dalam hal ini biasanya sumber berita tidak jelas darimana asalnya, berasal dari situs yang tidak dapat dipercayai, keterangan siapa penulisnya tidak jelas, dan lainnya. Informasi yang ada juga sangat menekankan pada isu SARA yang berlebihan, konten yang ada sangat jelas menyudutkan serta merendahkan pihak tertentu, penggunaan Bahasa agak rancu, dan alur cerita yang tidak logis.

2. Pesan Tidak Mengandung Unsur 5W+1H

Informasi biasanya tidak mengandung unsur 5W+1H yang tidak lengkap, yaitu, what (apa), when (kapan), who (siapa), why (mengapa), where (dimana), dan how (bagaimana). Biasanya tanggal kejadian peristiwa tidak ada, tempat kejadian tidak jelas, isi informasi juga aneh dan berlebihan dalam merendahkan pihak tertentu.

Baca juga:  Dinakerin Kabupaten Demak Ajari Warga Olah Gedebog Pisang Jadi Jajanan

3. Pihak Penyebar Meminta Memviralkan Berita

Pihak penyebar akan meminta pembaca untuk menyebarkan dengan menyarankan untuk mengklik, membagikan, dan menyukai tulisannya dengan nada yang lebay. Penggunaan bahasa yang sangat emosional dan provokatif sehingga dapat mempengaruhi pembaca dengan mudah.

4. Berita Digunakan Untuk Merugikan Pihak Lain

Informasi dan konten yang mereka berikan biasanya tidak berimbang dengan tujuan untuk menjatuhkan pihak lain. Informasi berisi tentang ujaran kebencian meliputi, penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menenangkan, memprovokasi, menghasut, dan penyebaran berita bohong. Ujaran kebencian tersebut bertujuan untuk menyulut kebencian terhadap suatu individu/kelompok masyarakat, antara lain suku, agama, aliran keagamaan, keyakinan, ras, antargolongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel, orientasi seksual, hingga permasalahan yang menyangkut politik.

Baca juga:  Kebijakan Gojek Sudah Tepat untuk Berikan Rasa Aman dan Nyaman Bagi Mitra di Medan

Dengan tips diatas dapat kalian gunakan ketika membaca atau menerima informasi, agar kita dapat terhindar dari berita hoax. Yuk tingkatkan literasi kita dan juga sharing sebelum saring. (mg5/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya