alexametrics

23,5 Juta Pemudik Diprediksi Bakal Masuk Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Prediksi terbaru, jumlah pemudik yang akan masuk ke Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 23,5 juta. Puncak arus mudik terjadi pada 28 April 2022 dan arus balik Lebaran 8 Mei 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jateng Henggar Budi Anggoro secara daring Selasa (12/4) kemarin. Data tersebut merupakan prediksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahwa daerah tujuan terbanyak mudik adalah ke Jateng sebesar 27,5 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik tersebut, pihaknya akan memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah penumpukan kendaraan pemudik.

Dishub bersama Ditlantas Polda Jateng akan menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2022. Yakni berupa penerapan one way hingga pemberlakuan contraflow. Selain itu, pembatasan waktu bagi angkutan barang menjadi opsi lain agar arus mudik tahun ini lancar dan tidak menimbulkan kemacetan panjang.

Baca juga:  Grand Wahid Hotel Salatiga Gelar Upacara Kemerdekaan

“Kami nanti akan berlakukan sistem buka tutup jalur dan juga one way nasional, jika dirasa arus kendaraan mulai padat. Termasuk akan melakukan contraflow di titik rawan kemacetan,” ujarnya.

Henggar menambahkan, pemberlakuan sistem one way dari arah barat (Jakarta) akan dilakukan pada 28 April hingga 1 Mei 2022. Mulai dari gerbang tol Jakarta di KM 70 hingga exit tol KM 414 Kalikangkung Semarang. Selain itu, jalur alternatif seperti Pantura, jalur tengah, hingga selatan juga akan dilakukan pengalihan arus saat kepadatan arus mudik terjadi. “Semua jalur akan difungsikan dan disalurkan ketika melihat arus dari Jakarta dan Jawa Barat cukup padat,” imbuhnya

Dengan dihapusnya pengetesan antigen dan PCR sebagai syarat mudik, membuat potensi penggunaan moda transportasi sedikit bergeser. Meskipun kendaraan pribadi tetap yang terbanyak. Dishub Jateng memperkirakan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran mencapai 120.000 kendaran perharinya. Didominasi kendaraan pribadi berupa sepeda motor dan mobil.

Baca juga:  Klaster Kondangan Parakan, 21 Warga Positif Covid-19

Pada perjalanan mudik, jumlah pengguna mobil pribadi sebesar 26 persen atau 21 juta, dan sepeda motor 18,7 persen atau 14 juta. Selanjutnya ada bus sebesar 16,3 persen, pesawat 12 persen, dan kapal laut sebesar satu persen.

Nantinya, kata dia, Dishub Jateng bersama aparat kepolisian dan pihak terkait akan mengantisipasi sedini mungkin dan berkoordinasi untuk menyiapkan jalur-jalur alternatif dan sejumlah posko Lebaran di daerah rawan macet, rawan kecelakaan, dan rawan bencana. “Nanti akan kami siapkan rambu-rambu berupa larangan dan penunjuk arah di ruas-ruas yang pemudik berpotensi mencari jalan alternatif,” bebernya. (cr6/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya