alexametrics

Potret Aksi Demo 11 April 2022 di Depan Kantor Gubernur Jateng, Ada Siswa SD Tertidur Bikin Salfok

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sedikitnya 1.000 aparat keamanan gabungan berjajar dan berbaris rapi memenuhi satu ruas Jalan Pahlawan, Semarang, tepat di depan Kantor Gubernur Jateng, Senin (11/4) kemarin. Personel gabungan dari unsur TNI-Polri ini dikerahkan dari berbagai kesatuan untuk mengamankan jalannya demo 11 April 2022 di Kota Semarang.

Selain berasal dari kesatuan di bawah Polrestabes Semarang dan Kodim 0733 Kota Semarang, personel tambahan juga didatangkan dari pasukan antihuru hara Polda Jateng.

Ratusan mahasiswa saat demo di depan kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, kemarin. Mereka menerobos kawat berduri yang dipasang petugas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Para pendemo 11 April berdatangan di depan Kantor Gubernur Jateng sore hari. Kebanyakan merupakan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Jumlahnya sekitar 200 orang. Mereka datang dengan berjalan kaki dari arah kampus Undip Pleburan tak jauh dari lokasi aksi. Tentu saja, jumlah pendemo ini tak sebanding dengan jumlah petugas yang hampir lima kali lipat.

Baca juga:  Ajang Pembuktian Pemain Lokal

Di Jalan Pahlawan, aksi massa sempat membakar ban. Mereka membuat lingkaran dengan orator berdiri di tengah. Kepulan asap dari ban yang terbakar mulai membumbung tinggi sekitar pukul 16.17. Aksi massa mahasiswa ini menjadi perhatian warga yang melintas di ruas jalan dari arah Simpang Lima ke arah Polda Jateng yang dibuat dua arah. Sedangkan ruas jalan dari arah Polda Jateng ke Simpang Lima ditutup.

Ratusan mahasiswa saat demo di depan kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, kemarin. Mereka menerobos kawat berduri yang dipasang petugas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Ini adalah bentuk dari akumulasi seluruh kekecewaan rakyat Indonesia atas kebijakan pemerintah yang sama sekali tidak pro terhadap rakyat-rakyat kecil,” kata koordinator aksi Junaidin dalam orasinya.

Mahasiswa Universitas Wahid Hasyim ini mengatakan, bila aksi kali ini mahasiswa menuntut pemerintah menyudahi wacana perpanjangan masa jabatan presiden, menolak kenaikan harga BBM, dan minyak goreng.

Baca juga:  Pelanggaran HAM di Jateng Masih Tinggi

“Minyak goreng juga belum bisa ditangani pemerintah. Apalagi dengan statemen Mendag (Menteri Perdagangan) soal kalah dengan mafia minyak goreng,” ujarnya.

Ratusan mahasiswa saat demo di depan kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, kemarin. Mereka menerobos kawat berduri yang dipasang petugas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Aksi mahasiswa mulai memanas sekitar pukul 17.00. Mereka mencoba menerobos kawat berduri dan masuk ke halaman Kantor Gubernur Jateng. Sekitar pukul 17.20, massa mahasiswa akhirnya berhasil masuk dan menyampaikan aspirasinya di halaman kantor gubernur. Mereka ditemui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Yulianto Prabowo

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, jumlah personel dari TNI maupun Polri yang mengamankan aksi kurang lebih 900 orang. Dia menyebut, ratusan personel gabungan itu disebar di titik-titik yang sudah ditentukan di sekitar Kantor Gubernur Jateng. “Bila digabungkan dengan personel yang tidak melakukan pengamanan langsung tentunya lebih banyak, bisa sampai seribu” katanya.

Baca juga:  Gemetar Bertemu Presiden Jokowi, Janji Tularkan Virus Pramuka
Ratusan mahasiswa saat demo di depan kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, kemarin. Mereka menerobos kawat berduri yang dipasang petugas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Irwan menyampaikan, proses pengawalan dan pengamanan kali ini dilakukan sesuai perintah terpusat serta mengedepankan sisi humanis. “Pelaksanaan dilakukan secara humanis, menghindari benturan, dan tindakan-tindakan yang membuat kerugian kedua belah pihak,” ujarnya.

Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana menambahkan, aksi demonstrasi merupakan hak yang dilindungi undang-undang dalam penyampaian pendapat. “Ada 50 anggota yang kami terjunkan, sedangkan cadangan sebanyak 100 orang di Makodim siap membantu bila dibutuhkan,” kata Letkol Honi. (taf/fgr/aro)

Ratusan mahasiswa saat demo di depan kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, kemarin. Mereka menerobos kawat berduri yang dipasang petugas. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya