alexametrics

Ganjar Minta PTM Ikuti Kebijakan Pemkab/Pemkot

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Surakarta – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan pembelajaran di masing-masing daerah tidak harus seragam. Ia meminta agar ketentuan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama kenaikan kasus Covid-19 varian omicron, disesuaikan dengan kebijakan dan hasil evaluasi di tiap kabupaten/kota.

“Kalau kemudian satu kabupaten/kota memutuskan harus dievaluasi, maka seluruh layer pendidikan harus mengikuti. Jadi tidak harus seragam,” kata Ganjar usai acara di Hotel Alila, Surakarta, Sabtu (17/2).

Hal itu juga berlaku untuk tingkat SMA/SMK yang kewenangannya ada pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Menurut Ganjar, penyesuaian itu agar tidak ada benturan kebijakan di level pemerintahan. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Pemkot Surakarta dan Pemkot Semarang.

Baca juga:  Begini Hasil Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Demak ke Provinsi Kaltim

“Ketika Solo sama Semarang melakukan PJJ ya kita ngikut. Biar level setiap kebijakan tidak berbenturan, maka kita minta untuk mengikuti per kabupaten/kota yang ada,” katanya.

Untuk diketahui, Pemkot Semarang baru-baru ini mengeluarkan kebijakan tentang PTM di Kota Semarang dihentikan selama dua pekan. Proses belajar siswa kembali diubah menjadi PJJ. Kebijakan itu berlaku mulai hari Senin (7/2) atau bersamaan dengan diberlakukannya PPKM Level 2 di Kota Semarang.

Sementara untuk Pemkot Surakarta sudah menutup sementara PTM di puluhan sekolah, lantaran ada pelajar dan guru yang terpapar Covid-19. Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka juga akan mengevaluasi PTM di wilayahnya, termasuk mengikuti kebijakan pemberlakuan PTM 50 persen. (akr/ida)

Baca juga:  Gelar Rapat Persiapan Bulan Puasa, Ganjar: Kita Harus Membuat Situasi Aman dan Nyaman

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya