alexametrics

Telkom Jateng Ajak Gowes Bareng, Sambil Mengenal Sejarah Solo dan Berbagi

Artikel Lain

SOLO, Radar Semarang–Menjelang tutup tahun 2021, Telkom Regional 4 Jateng dan DIY mengajak mitra media, gowes santai keliling Kota Solo. Selain belajar sejarah dan mengenal UMKM setempat, juga mengajak berbagi dengan tenaga kesehatan.
Sejak pagi, pada Rabu (29/12/2021), perwakilan media mitra Telkom beserta jajaran manajemen Telkom Regional 4 dan perwakilan Witel, sudah bersiap di halaman Hotel Solia Zigna Laweyan Surakarta. Hujan gerimis sejak subuh, tidak mematahkan semangat mereka untuk bergowes ria.

Dipandu tim lokal, puluhan peserta mulai bersepeda santai, keliling ke beberapa tempat. Mulai dari kampung Batik Laweyan, Kantor Pemkot Solo, Pasar Klewer, Alun-Alun Selatan, kompleks Keraton Solo, hingga Benteng Vastenburg. Di titik tertentu, rombongan berhenti untuk belajar sejarah tentang Solo. Salah satu tempat menarik yang disinggahi adalah kandang Kebo Bule, hewan yang disakralkan warga setempat.

Baca juga:  Program Dukungan Penanganan Covid-19 Telkom Diganjar Penghargaan Internasional

Di sela-sela gowes, peserta diajak menyerahkan bantuan kepada tenaga kesehatan. Bantuan sebesar Rp 10 juta diterima perwakilan perwakilan RS Kasih Ibu Surakarta dr Divan Fernandes Lienardi. “Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini. Ini sangat berguna dan akan kami manfaatkan dengan baik,” ucap dr Divan.

Dijelaskan Operation Senior Manager Customer Care Telkom Jateng-DIY Sulistyawan, bantuan uang yang diberikan merupakan hasil donasi dari masyarakat dan pelanggan Telkom se-Indonesia. Hasil dari event Indihome Virtual Run and Ride 2021 dalam rangka menyemarakkan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2021, yang berlangsung 4-30 September 2021. “Total donasi yang kami dapatkan sebesar Rp 500 juta. Kemudian dibagi ke setiap regional,” jelasnya.

Baca juga:  Kinerja Telkom dan Saham Telekomunikasi Tetap Bertumbuh

Perhitungan donasi diberikan dari setiap peserta yang beraktivitas lari atau bersepeda. Yang mana setiap 1 kilometer dikonversikan berupa uang Rp 10.000, dengan melaporkan secara digital. Tidak ada batasan maksimal bagi peserta. “Yang menarik, program ini hanya selesai 4 hari saja,” ucapnya bangga.

Regional 4 sendiri sebut Awan panggilan akrabnya mendapat jatah Rp 42 juta dan Rp 10 juta diserahkan kepada Witel Solo. Sisanya akan diberikan kepada Witel lain di wilayahnya. “Bantuan ini, kami berikan untuk nakes, bukan lembaganya,” tegasnya.

Acara gowes ditutup dengan mengunjungi salah satu gerai batik Laweyan. Selain melihat proses perajin membuat batik, peserta gowes juga bisa membeli produk-produk batik. Tampak semua peserta dengan asyik membeli berbagai kerajinan batik. Tidak hanya baju, rok atau hem, ada yang membeli bantal leher hingga sekedar selendang untuk oleh-oleh. (han/ida)

Baca juga:  Pabrik Segera Beli Tembakau Petani

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya