alexametrics

Maestro Band Semarang, Semua Personelnya Guru, Salurkan Hobi Bermusik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kebanyakan band memiliki personel remaja atau anak-anak muda. Tapi berbeda dengan Band Maestro Semarang. Delapan personel band ini semua guru yang berusia 40 sampai 50 tahun.

Maestro Band beranggotakan Triana (vokal), Susi (vokal), Tri Waluyo (vokal), Supriyono (gitar/melodi), Kurnia (rhythm), Tris (bass), Tiyo (drum), Atmo/Bom-bom (keyboard). Belakangan band ini ditinggalkan satu personelnya yakni Atmo atau biasa dipanggil Bom-Bom karena sakit Covid-19. “Band Maestro ini terbentuk atas persamaan lingkup kerja dan hobi dari masing-masing anggota,” aku Perwakilan Maestro Band Semarang Supriyono.

Inspirasi membentuk band guru ini untuk menyalurkan hobi positif dan mengembangkan kreativitas seni musik. Sebelumnya band ini diberi nama Disdik Band. Kemudian berubah menjadi Maestro Band. Band ini kerap mengisi acara dinas ataupun pensi sekolah di Kota Semarang. Karena bukan band yang profesional, jadi hanya seperti pengisi acara saja. “Karena personel semua guru, jarang latihan rutin. Begitu ada pentas, baru latihan bareng,” ujarnya.

Baca juga:  Masih Ada Dewan Gaptek

Gitaris Maestro Band Supriyono, 53 mengaku genre lagu yang dibawakan pop tahun 2000 an. Band ini kerap mencover lagu sekaligus dengan aransemen sendiri. Seperti lagu dangdut yang diubah ke versi lain.  Ia sendiri juga sudah memiliki channel Youtube-nya yaitu ‘Priyono Fals’ yang sekarang sudah ada sekitar 800 lebih pengikut. “Ya sama-sama hobi di dunia musik. Sekaligus untuk melatih anak-anak,” tambahnya.

Maestro Band tidak hanya sekedar untuk menyalurkan hobi,. Ternyata mampu menjadi inspirasi bagi para guru lain di Kota Semarang. Sebab bisa menyalurkan hobi lewat bermusik. Bisa menyegarkan pikiran dari kesibukan pekerjaan sebagai tenaga pendidik. “Ya banyak juga yang terinspirasi, jadi tidak hanya siswa tetapi guru-guru lain,” akunya.

Baca juga:  Bangun 6.000 Jaringan Gas Bumi di Semarang Barat

Kepiawaian personel Maestro Band patut diacungi jempol. Karena berbagai acara yang mengundahnya sangat puas dengan penampilan semua personel. Anggota Maestro band belajar secara otodidak untuk bisa memainkan alat musik . Dan sisanya merupakan seorang guru musik.

“Kami berharap bisa eksis dan bisa tetap menjadi sosok guru yang menginspirasi meski sudah kehilangan motor group yaitu almarhum Atmo,” tambah Supriyono.

Maestro Band terus mengasah kepiawaian dalam bermusik. tidak sebatas mengcover lagu, tetapi juga berusaha untuk menciptakan musik sendiri.  Bermusik bisa menjadi salah satu alternatif bagi guru agar terus produktif selain mengajar di ruang kelas.

“Bukan untuk materi, tetapi bagaimana bisa memberikan inspirasi dan mengajak anak-anak muda untuk berinovasi dan meningkatkan kreatifitasnya terutama dalam bermusik,” tambahnya. (mg19/mg18/fth)

Baca juga:  Perkuat Konten Milenial, IndiHome Gandeng CXO Media

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya