alexametrics

Talud Sepanjang 20 Meter Longsor Timpa Rumah Warga Dusun Sepakung Wetan, Banyubiru, Kabupaten Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran-Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Semarang membuat talud sepanjang 20 meter dengan ketinggian 3,5 meter longsor. Insiden itu membuat sebagian rumah Mulyani Desa Sepakung Banyubiru Kabupaten Semarang ambruk tertimpa material.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Tapi rumah Mulyani yang ada bawahnya talud rusak cukup parah di bagian atap dan tembok rumah.

Kepala Desa Sepakung Ahmad Nuri mengatakan talud longsor akibat hujan deras itu milik Jumeri. Luapan aliran hujan dari saluran air yang meluber akhirnya mengikis bagian talud.

“Aliran air hujan dari wilayah atas tidak tertampung seluruhnya di saluran air hingga meluap dan mengakibatkan talud ambrol kamis petang sekitar pukul 17.00,” katanya Jumat (5/11/2021).

Baca juga:  Peluang Bisnis setelah Penataan Frekuensi

Kemarin, warga desa gotong royong untuk membersihkan material longsor. Sementara Mulyani dan keluarga masih diungsikan di rumah tetangga karena khawatir didinding lain jebol.

Pemerintah Desa Sepakung langsung berkoordinasi dengan Satgas Tanggap Bencana Kecamatan Banyubiru, Polsek, Koramil setempat dan BPBD Kabupaten Semarang untuk melaksanakan upaya evakuasi dan pembersihan lokasi longsor. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya atap dan tembok teras rusak lumayan parah,” tambahnya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan efek badai La Nina membuat curah hujan semakin tinggi. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan bisa segera melapor jika terjadi bencana alam. Pihaknya sudah membuat surat edaran ke masing-masing pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat tentang efek badai La Nina yang diprediksi mulai November 2021 sampai Februari 2022.

Baca juga:  Gempa Swarm ke-37 Mengguncang Ambarawa dan Sekitarnya

“Fenomena ini memicu bencana hidrometeorologi seperti curah hujan tinggi, banjir, tanah longsor dan puting beliung,” tambahnya.

Ia sudah meminta semua Camat memperkuat posko siaga bencana. Selain itu terus meningkatkan giat pemantauan daerah rawan bencana terutama daerah lereng dan dataran tinggi. “Jika hujan lebih dari satu jam dengan intensitas lebat dan lokasinya memiliki tingkat ancaman bencana warga bisa segera mengungsi ke tempat yang aman,” tambahnya. (ria/fth/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya