alexametrics

Kembangkan Konsep Smart Edutourism di Agro Edu Wisata Plalangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Potensi wisata di Kota Semarang terus dikembangkan oleh Pemerintah Kota (Kota) Semarang. Salah satunya adalah mendorong inovasi untuk memaksimalkan area hijau sebagai daya tarik wisata. Hal ini sejalan dengan program Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang ingin 44,2 persen lahan hijau di wilayahnya disulap menjadi destinasi wisata melalui berbagai konsep pengembangan. Salah satunya pembangunan Agro Edu Wisata di Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati.

Agro Edu Wisata ini menjadi salah satu project yang dikerjakan Pemkot Semarang saat ini. Memanfaatkan lahan seluas 10 hektare yang merupakan aset Dinas Pertanian Kota Semarang (Dispertan), Agro Edu Wisata Plalangan diproyeksi menjadi daya tarik baru kota lunpia.

Baca juga:  Wali Kota Semarang Minta PLN Masukkan Kabel ke Bawah Tanah

Inovasi pengembangan wisata edukasi atau smart edutourism dilakukan dengan mengaplikasikan sejumlah teknologi untuk dapat menarik wisatawan berkunjung. Selain itu, dengan dikembangkannya Agro Edu Wisata Plalangan, Hendi –sapaan akrab wali kota— berharap ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata tersebut dapat ikut terangkat.

“Di tahun 2021 ini masih pengerjaan tahap I. Meski begitu nanti di tahun 2022 kita coba dioperasikan dulu, sehingga petani binaan Dinas Pertanian di sekitar sudah bisa langsung mulai merasakan manfaatnya,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (5/11/2021).

Hendi menjelaskan, jika saat ini petani binaan Dispertan di Plalangan masih menggunakan cara konvensional dalam menjual hasil pertanian. Dengan hadirnya Agro Edu Wisata Plalangan ini diharapkan petani binaan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, dengan adanya berbagai inovasi.

Baca juga:  Kelurahan Siwalan Genjot Urban Farming, Sediakan Pangan di Pekarangan

“Targetnya petani binaan bisa langsung menjual dengan metode petik buah langsung, atau melalui paket edukasi pertanian untuk wisatawan,” ungkap Hendi.

Kapala Dispertan Hernowo Budi Luhur menjelaskan, jika saat ini pembangunan tahap I Agro Edu Wisata Plalangan telah mencapai 70 persen, dan ditargetkan rampung pada Desember 2021.

“Konsepnya di Agro Edu Wisata Plalangan kita memanfaatkan berbagai perangkat untuk edukasi, seperti digital wall, juga robot binatang sapi, dan robot tanaman untuk media pembelajaran pengunjung,” tambahnya.

Hernowo memastikan, jika aktivitas petik buah langsung akan menjadi daya tarik utama Agro Edu Wisata Plalangan, salah satunya buah durian, jeruk, dan jambu kristal.

“Untuk duriannya sendiri durian lokal unggulan Kota Semarang, seperti durian Malika, durian Kholil, durian Mutiara Hebat, dan durian Doyong,” jelasnya. (den/aro/ida)

Baca juga:  Pemkot Semarang Masih Matangkan Konsep Dugderan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya