alexametrics

UMKM Sekitar Candi Borobudur mulai Bergeliat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid-Dibukanya Candi Borobudur berdampak pada UMKM di sekitarnya. Karena wisata di sekitar Candi Borobudur belum buka, UMKM sekitar menjadi jujukan pengunjung setelah dari Candi Borobudur. Salah satunya adalah Pawon Luwak Coffee yang berada di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur.
“Meski belum pulih seperti sediakala, namun tamu mulai ada yang hadir. Karena kan masih banyak pembatasan. Ada harus vaksin, pakai aplikasi PeduliLindung dan lainnya. Tapi karena program pemerintah ya harus kita patuhi,” ujar Prana Aji, pemilik Pawon Luwak Coffee.
Kata dia, karena wisata belum buka biasanya beberapa tamu yang sewa mobil VW akan mampir ke beberapa UMKM di sekitar Borobudur sebagai tujuan. Ia mulai memperoleh pendapatan dari pengunjung yang membeli kopi luwak. Setelah sebelumnya tutup total selama dua bulan akiibat PPKM.
Di Pawon Luwak Coffee pengunjung bisa menikmati Kopi Luwak yang sudah diseduh. “Kalau sekarang 5 bungkus 100 gram laku, sudah seneng. Satu hari juga nggak mesti laku. Kadang satu, kadang tiga dan lima. Kadang juga sama sekali nggak laku. Setidaknya ada pemasukan, karena hampir dua bulan saat PPKM tidak ada pemasukan karena tutup” kata Aji.
Sambung Aji, kopi luwak arabika cenderung diminati karena rasanya komplit. Di samping itu juga rendah asam dan kafein. Karena proses fermentasi di perut luwak. Selain minum kopi, pengunjung juga bisa melihat bagaimana proses pembuatan kopi luwak. Serta melihat hewan luwak secara langsung.
Hal senada juga disampaikan Hani Sutrisno, pemilik Desa Bahasa Borobudur. Menurutnya sejak Candi Borobudur dibuka, mulai banyak pengunjung yang datang. Utamanya untuk berkuliner. Karena saat wisata belum diiziinkan buka. Saat awal dibuka Candi Borobudur pengunjung kuliner di Desa Bahasa Borobudur mencapai 400 orang. Sekali masuk dibatasi maksimal 200 orang. Menurut Hani, Candi Borobudur dibuka kembali merupakan titik nol pariwisata di Magelang. “Prinsipnya Candi Borobudur dibuka itu luar biasa. Dahsyat artinya titik nol pariwisata Magelang, ya Candi Borobudur,” tutur Hani. (man/lis)

Baca juga:  Dirazia dan Ditilang, Awak Bus Tak Jera

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya