alexametrics

Tercatat Ribuan Anak Usia 7-8 Tahun di Wonosobo Tidak Sekolah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo-Sektor pendidikan di Kabupaten Wonosobo membutuhkan perhatian dan penanganan serius. Pasalnya, ada 27.181 anak dalam rentang usia 7-18 tahun di 15 kecamatan masuk kategori belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi.
Kepala Sub bidang Pendidikan dan Kebudayaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sri Fatonah WI mengatakan kondisi geografis pegunungan dengan kontur relatif tidak rata menjadi salah satu penyebabnya.
“Juga masih ada desa dan dusun terpencil di Kabupaten Wonosobo dengan tingkat kesulitan beragam untuk mencapai sekolah terdekat. Baik di jenjang SD, SMP sampai SMA,” terangnya.
Dari data peta layanan transportasi dan sebaran SMP, Fatonah menuturkan tidak semua sekolah berada di jalur tersebut. Sehingga jarak antara rumah dengan sekolah cukup jauh ketika harus ditempuh dengan berjalan kaki. Itu juga menambah beban bagi orang tua untuk menyediakan biaya transport tambahan.
“Baik ketika harus mengunakan ojek ataupun terpaksa mengizinkan anaknya mengendarai kendaraan roda 2. Meski secara usia belum diperkenankan,” ujarnya.
Dengan tingginya ATS itu banyak yang berujung pada rendahnya rata-rata lama sekolah (RTLS). Data 2020, RTLS Kabupaten Wonosobo pada angka 6,81 tahun. Jauh di bawah RTLS Provinsi Jawa Tengah di angka 7,69 pada tahun yang sama.
“Di kawasan regional atau se-eks Karesidenan Kedu Kabupaten Wonosobo juga berada di posisi paling bawah. Sehingga diperlukan keseriusan seluruh pihak agar kondisi tersebut bisa diperbaiki,” tandas Fatonah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya Bappeda, Amin Purnadi, ketika ditemui seusai rakor Jumat (8/10) mengajak pihak terkait untuk menekan angka ATS tersebut. Dengan mengangkat gagasan berupa program ayo sekolah.
“Program mayo sekolah, atau ayo sekolah ini kita gagas dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Di antaranya menangani anak tidak sekolah untuk kembali ke bangku pendidikan di sekolah,” terang
Pihaknya melakukan rapat koordinasi lintas sektor membahas penanganan ATS yang digelar dua hari terakhir. Mulai dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Sosial Permasdes, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Dinas PPKBPPA dan Bagian Kesejahteraan Rakyat. (git/lis)

Baca juga:  Urus Izin Cukup di Satu Tempat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya