alexametrics

PAD Pasar Kabupaten Pekalongan Baru Tercapai 40 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen-Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional dan UMKM Kabupaten Pekalongan hingga kini masih tercapai Rp 3 miliar. Itu baru 40 persen dari target Rp 11 miliar. DPRD menilai Pemkab Pekalongan kurang berinovasi.

Masalah tersebut dibahas dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan baru-baru ini. Ketua Komisi II Endang Suwarningsih mengatakan, mestinya pandemi bukan menjadi alasan rendahnya capaian PAD pasar itu. “Bukan masalah, karena kalau kami lihat pasar tetap saja jalan meski pandemi,” katanya.

Terkait sektor UMKM, Endang menyebut Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dinperindagkop UKM) Kabupaten Pekalongan kurang berinovasi. Mestinya, kata dia, dinas ini mendorong UMKM berkreativitas saat pandemi. “Misalnya mendorong UMKM mengikuti perkembangan digital marketing. Mungkin sudah, tetapi kami rasa kurang maksimal,” ucapnya.

Baca juga:  PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemkot Pekalongan Tetap Lakukan Pengetatan

Kepala Dinperindagkop-UKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini mengakui capaian PAD sektor pasar dan UMKM masih jauh dari target. Bahkan belum menyentuh 50 persen. Ia menyebut, itu karena banyak faktor dan bukan hanya soal pandemi.

Pertama, kata dia, dua pasar besar masih belum ditempati atau belum diaktifkan. Yakni Pasar Kedungwuni dan Pasar Wiradesa. Para pedagang masih menempati pasar darurat. “Di pasar darurat retribrusi tetap kami tarik, tetapi kurang optimal. Saat ada tes swab di sana saja, pedagang lari,” jelasnya.

Kedua, lanjut Hurip, di pasar darurat kegiatan transaksi juga lesu. Ini membuat para pedagang terkadang tidak berjualan dan berada di pasar. “Ditambah pandemi, transaksi tentu terimbas,” imbuhnya. (nra/ton)

Baca juga:  Target PTSL Terkendala Tanah Bermasalah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya