alexametrics

Mahasiswa IKIP Veteran Sukses Budidaya Sawo Raksasa, Pasarkan Buah ke Thailand, Malaysia, dan India

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang-Mahasiswa IKIP Veteran Semarang sukses melakukan budidaya sawo raksasa. Sawo yang memiliki nama latin Mamey Sapote ini berasal dari Amerika Tengah. Namun bisa dibudidayakan di Indonesia. Walaupun agak susah perawatannya.
Adalah Dimas Pranata. Sekarang masuk semester 3. Ia bercerita kalau sawo raksasa tersebut sudah dipelihara ayahnya sejak tahun 2016-an. Berawal dari kecintaan sang ayah terhadap tanaman. Memanfaatkan lahan kosong sempit di depan rumahnya. Ayahnya juga mengembangkan tanaman lain, seperti sirsak raksasa dan kunir hitam. Saat ini Dimas yang mengelola sawo raksasa tersebut. “Perawatan paling susah saat mencangkok. Karena 50 persen bisa hidup itu sudah bagus,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (7/10).
Pemindahan dari polibag juga tidak bisa sembarangan. Perlu kesabaran. Selain itu, tanah juga harus cocok tingkat keasamannya. Jika tidak cocok tetap bisa tumbuh, namun belum tentu bisa berbuah.
Saat ini buah dan bibit pohon sawo tersebut sudah Dimas pasarkan sampai keluar negeri. Di antaranya ke Thailand, Malaysia, dan India. Melalui pengepul buah yang sudah biasa, langsung mengambil ke rumah Dimas.
Untuk harga buah sawo, Dimas mematoknya kisaran Rp 400 ribu. Sedangkan bibit pohonnya ia banderol dengan harga Rp 500 ribu per pohon untuk ukuran sedang. Sedangkan yang ukuran lebih besar bisa sampai satu juta.
“Karna susah perawatannya, jadi harganya juga lumayan,” jelasnya saat ditemui di rumahnya Jalan Candi Penataran Timur RT 04 RW 04 Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang.
Kebanyakan pembeli buah sawo raksasa tersebut dari luar Jawa. Namun tidak bisa sekali kirim langsung banyak. Hanya beberapa buah saja. Karena dari buah muda sekali sampai matang memakan waktu 10 bulan. Sedangkan buah tersebut tidak mengenal musim. Berbuah terus setiap tahun. “Paling banyak beli ya dua atau tiga buah mas. Lebih dari itu ya dredeg no yang beli,” akunya.
Dari hasil berjualan buah sawo raksasa dan bibit tersebut, Dimas bisa mengantongi omzet lumayan per bulannya. Sebelum pandemi bisa sampai Rp 10 juta. “Inginnya si mau saya kembangkan lagi mas. Ayah juga mendukung,” harapnya. (hawin alaina/ida)

Baca juga:  Pergi Mancing, Tiga Bocil Temukan Mayat di Kali Kreo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya