alexametrics

Lulusan UKSW Ditempa menjadi Creative Minority

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga-Hari ini (9/10/2021) Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D. mewisuda 948 lulusan dari jenjang diploma, sarjana, magister dan juga doktor. Beberapa wisudawan adalah mahasiswa berprestasi. Baik dalam bidang akademik, seni, olahraga dan juga penalaran. Wisuda yang digelar di Balairung Universitas merupakan periode II Tahun Akademik 2021/2022.
Berbagai prestasi wisudawan merupakan bukti keberhasilan mahasiswa dalam beradaptasi pada kehidupan akademik di kampus. Mereka layak disebut creative minority. Johandi misalnya, sebagai pendatang dari Kalimantan, ini menyebut mahasiswa UKSW sangat beragam. Kondisi ini membentuknya terbiasa dengan sikap toleransi dan menghargai perbedaan.

“Di kampus ini saya ditempa untuk menjadi seorang creative minority. Terlatih tidak ikut-ikut arus saja, tetapi kreatif mencari solusi dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini sangat membantu dalam proses pemecahan masalah di dunia kerja,” kata Johandi yang saat ini sudah bekerja di salah satu perusahaan manufaktur elektronik ternama di Batam.
Dirinya dinyatakan diterima kurang dari satu bulan setelah dinyatakan lulus.

Baca juga:  Jelajahi Kampus UKSW pakai Virtual Tour

Menjadi seorang creative minority juga nampak pada Suwarsih. Aktif di perkuliahan, menjadi anggota mahasiswa Jurnalis Kampus dan juga kerja part time di salah satu kafe di Salatiga tak membuat Suwarsih ketinggalan akademik. Hobi memasaknya tersalurkan di tempat dirinya bekerja part time. Sistem kerja on call juga membuatnya lebih mudah membagi waktu.

“Dengan kerja part time saya dapat menyalurkan hobi dan memiliki pendapatan pribadi. Saya juga ingin menghasilkan uang sendiri untuk memenuhi beberapa kebutuhan agar tidak terlalu membebani orang tua, dan kalau ada kebutuhan mendadak, saya punya dana cadangan,” ujar putri pasangan Prayitno dan Suwarni ini.
Kerja kerasnya terbayar. Suwarsih yang merupakan lulusan Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin menjadi salah satu penyandang predikat IPT tertinggi strata 1 pada wisuda periode ini.
“Dari UKSW saya belajar nilai integritas, tanggung jawab dan juga kasih. Saya rasa ketika mampu menghidupi tiga hal tersebut kita bisa berhasil,” imbuh Asih.
Bryan Adha Elang Praditya, pemain Basket Satya Wacana Saints Salatiga juga diwisuda hari ini. Dihubungi di sela-sela keikutsertaannya dalam ajang Pekan Olahraga Nasional XX Papua, pemilik julukan Lord Bryan ini menyebut bahwa di kampus UKSW-lah dirinya bisa mengeksplorasi potensi.
“Saya bisa mengeksplorasi potensi saya di kampus ini, khususnya di basket. Saya juga mencetak prestasi bersama teman di laga IBL dan kompetisi lainnya,” kata lulusan Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) ini.
Josefina Setia Widanti merupakan salah satu lulusan yang bergabung di Voice of UKSW dan diwisuda hari ini. Bergabung dengan paduan suara kebanggan UKSW, memberi banyak pengalaman berkesan bagi Josefina selama kuliah. Salah satunya, berkesempatan mengikuti “Andrea O. Veneracion International Choir Festival, Manila”, 2019 lalu. Pengalaman tersebut salah satu pengalaman yang paling berkesan.
“Selama kuliah saya mempunyai banyak kesempatan untuk mengembangkan bakat dan juga mengikuti kompetisi di dalam dan luar negeri. Dari situlah saya mendapat pengalaman berkompetisi di kancah internasional,” ujar lulusan Program Studi Seni Musik ini.
Beberapa lulusan UKSW yang disampaikan di atas merupakan contoh kecil dari mahasiswa yang dalam kehidupan kuliahnya berhasil melakukan adaptasi, mengeksplore dirinya dan meraih prestasi.
Neil Rupidara menyebut dengan bekal yang didapatkan selama belajar di kampus UKSW, lulusan UKSW atau yang biasa disebut creative minority bisa beradaptasi terhadap realitas dunia baru yang ada di depan mata. (*/sas/zal)

Baca juga:  Diunggah Ganjar, Viral, Wisata Girpasang Raup Rp 75 Juta per Bulan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya