alexametrics

Model IOC Mendalami Makna Persatuan dan Kesatuan

Oleh : Titik Juwariyah S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran dalam kelas harus dipersiapkan sebaik mungkin pada saat membuat perencanaan pembelajaran. Pada proses perencanaan, pemanfaatan model pembelajaran sudah mulai diperhitungkan sebaik mungkin. Penggunaan model pembelajaran yang berpusat kepada guru atau teacher center sebenarnya sudah ketinggalan zaman. Perubahan masa dan era membuat guru harus ikut berubah seiring perkembangan zaman. Tidak pernah ada model pembelajaran inovatif yang bertujuan membuat siswa kesusahan belajar, akan tetapi semua model pembelajaran disajikan untuk kemaslahatan dan kebaikan siswa. Pembelajaran sudah saatnya dirancang dan diatur agar siswa terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Adakalanya pembelajaran individual efektif pada pembelajaran tertentu, akan tetapi presentasi keberhasilan pembelajaran siswa ketika dilakukan pembelajaran kooperatif.

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menonjolkan kerjasama siswa dalam kelompok agar saling membantu dalam memahami materi pelajaran. Kerja sama tersebut dapat dibangun dengan berbagai kegiatan belajar misalnya dengan saling membantu memecahkan persoalan, diskusi membahas suatu permasalahan, mencari sumber belajar untuk saling disajikan, dan diterapkan. Pemanfaatan model pembelajaran yang menerapkan prinsip pembelajaran secara kolektif adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif memancing siswa untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi potensi yang dimilikinya secara aktif.

Baca juga:  Live Streaming YouTube Tingkatkan Minat Belajar Cuaca di Masa Pandemi

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dalam rangka peningkatan pembelajaran adalah model pembelajaran Inside Outside Circle. Model pembelajaran Lingkaran Dalam dan Luar atau Inside-Outside circle (IOC) menurut Spencer Kagan, (1993) adalah model pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar, dimana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.
Penulis sekaligus guru SDN 02 Tegalsuruh Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan menerapkan metode ini di kelas enam materi tentang memahami makna persatuan dan kesatuan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Langkah-langkah dalam pelaksanaannya adalah pertama, guru menjelaskan materi pembelajaran, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang digunakan sekaligus memberikan intruksi kepada separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Langkah kedua, separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama dan menghadap ke dalam. Langkah ketiga, kemudian dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. Langkah keempat, siswa yang berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam, sehingga masing-masing siswa mendapatkan pasangan baru. Langkah terakhir, giliran siswa yang berada di lingkaran besar yang membagi informasi.

Baca juga:  Antisipasi Hipertensi secara Mandiri

Siklus tersebut dilaksanakan sampai semua siswa mendapatkan giliran dan menyelesaikannya. Menjelang akhir pembelajaran, siswa diajak untuk membuat kesimpulan materi secara bersama-sama. Guru menyisipkan penguatan matari sebagai bagian penegas dari kesimpulan. Penulis merasakan kebahagiaan menerapkan model pembelajaran ini, karena terjadi peningkatan minat dan hasil belajar siswa. (t3/ida)

Guru SDN 02 Tegalsuruh, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya