alexametrics

Spontan, Bupati Wihaji Angkat Tunanetra Jadi Staf dengan Gaji Rp 1,9 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Secara spontan, Bupati Batang Wihaji angkat tunanetra menjadi staf kantornya. Peristiwa itu terjadi saat Wihaji berbincang dengan 35 penyandang tunanetra di kantor Dinas Sosial Batang. Penyandang tunanetra ditanya satu per satu terkait keahliannya.

Mayoritas dari mereka menjawab bahwa keahliannya sebagai tukang pijat. Ada juga yang punya skill memainkan alat musik dan qiraah. Setelah itu, Wihaji bertanya apakah ada yang memiliki keahlian di bidang komputer atau administrasi untuk jadi stafnya. Spontan Abdul Rosid, 31, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem mengangkat tangannya. “Saya pak,” ucapnya sembari terbata-bata.

Ia disodori beberapa pertanyaan dan mengetes kebutaannya. Momen haru itu didengarkan seisi aula Dinas Sosial Kabupaten Batang. Tangannya gemetar, sembari menjelaskan ia punya keterbatasan pengelihatan low vision. Jarak pandangnya terbatas hanya sekitar 50 sentimeter saja dari matanya. Walau demikian, ia punya semangat untuk membantu sesamanya.

Baca juga:  Prioritaskan Warga Gringsing Bekerja di KIT Batang

“Menurut survei saya di sini belum ada fasilitas yang ramah difabel, pendampingan sosial untuk tunanetra belum ada. Semoga saya bisa membantu teman-teman supaya tidak ada diskriminasi,” ujar pemuda yang keseharianya sebagai tukang pijat.

Rosid pernah menempuh pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Tamalanrea Makassar. Ia tidak menduga akan menjadi stafnya Bupati Batang Wihaji sebagai tenaga kontrak. Setelah didata identitasnya, Rabu (27/1/2021) kemarin Rosid sudah mulai masuk kerja di Pemkab Batang.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama dengan yang normal. Pemerintah Kabupaten Batang memberikan ruang untuk bekerja sebagai non-PNS.

“Kebetulan dia juga sudah pernah sekolah, jadi insya Allah ini bagian dari keadilan walaupun tidak semua kita angkat, tetapi biar ada perhatian dari pemerintah,” jelasnya.

Baca juga:  Sederhanakan Layanan lewat Portal Berbasis QR Code

Wihaji menjelaskan, upah yang akan diberikan kepada Abdul Rosid sebesar Rp 1,9 juta dipotong pajak. Ke depan, untuk penempatan akan disesuaikan. Sementara ia ditempatkan di bagian front office.

“Kita akan memberikan pembinaan dan pendidikan lain, agar bisa menguasai keterampilan karena masih muda dan sehat. Jadi mudah kita beri tugas yang lain sesuai kemampuannya,” tandas Wihaji. (yan/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya