alexametrics

Semarang Siap Implementasikan Sampah Jadi Listrik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota (pemkot) Semarang siap mengimplementasikan program pengolahan sampah jadi listrik. Salah satunya telah menyiapkan infrastruktur di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Komitmen Pemkot Semarang untuk mengembangkan insenerator PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) melalui skema KPBU merupakan solusi untuk mengurangi timbunan sampah di Kota Semarang secara masif yang mencapai 1.400 ton per hari. Melalui PLTSa insenerator, nantinya akan semakin banyak sampah yang terolah sekaligus menghasilkan listrik sebesar 15 – 22 megawatt.

Hal itu diungkapkan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto saat menerima kunjungan tim Kajian Daerah Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Rabu (18/11/2020).

Tim Kajian Daerah Dewan Ketahanan Nasional terdiri atas Laksamana TNI Supendi dan Kolonel CHB I Gusti Putu Wirejana. Kunjungan tersebut dalam rangka meminta masukan terkait pengelolaan sampah.

Baca juga:  Target 50 Ribu Pengunjung

Tavip Supriyanto mengatakan, pihaknya telah memaparkan upaya-upaya Pemkot Semarang dalam mengatasi masalah sampah. Salah satu yang dipamerkan yakni program pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang ada di Jatibarang melalui insenerator.

Tavip mengungkapkan bila Pemkot Semarang menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan Perpres Nomor 35 Tahun 2018 mengenai percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik, di mana 12 daerah dipilih untuk percontohan PLTSa, salah satunya Kota Semarang.

“Kota Semarang sudah berproses melakukan Perpres itu, ini kita masih  proses dengan Menteri Keuangan, Bappenas dan beberapa kementerian sudah kita lakukan komunikasi,” terang Tavip.

Bahkan pihaknya optimis bila tahun depan program pengelolaan sampah di TPA Jatibarang menjadi energi listrik dapat berjalan. “Mudah-mudahan di tahun 2021 sudah berjalan, pengelolaan sampah berubah menjadi energi listrik,” tegasnya.

Baca juga:  Kembangkan Konsep Smart Edutourism di Agro Edu Wisata Plalangan

Saat ini, Pemkot Semarang telah berhasil mengubah sampah menjadi listrik dengan sistem landfill gas, dengan kapasitas 0.8 megawatt. Bahkan PT PLN juga telah melakukan perjanjian jual beli listrik pada Oktober 2019 lalu. (den/zal/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya