alexametrics

Klaster Kondangan Parakan, 21 Warga Positif Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Temanggung –  Jumlah penderita Covid-19 di Temanggung mengalami kenaikan signifikan. Hal tersebut terjadi setelah munculnya klaster kondangan yang membuat 21 warga di Kelurahan Kauman, Temanggung positif Covid-19.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq mengatakan, klaster baru tersebut bermula dari masyarakat Kampung Coyudan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, kondangan ke Cirebon Jawa Barat. Sepulang dari hajatan, ada satu orang dari rombongan tersebut sakit lalu meninggal dunia.

“Dilakukan swab semua rombongan ini ditemukan ada 19 kasus positif dari Coyudan, tiga lagi dari Situk. Total ada 21 yang positif,” beber Khadziq saat mengecek kondisi tempat karantina.

Menurutnya kejadian ini cukup membuat warga Coyudan resah lantaran lokasi kampungnya padat penduduk kemudian jarak antarrumah sangat berdekatan. Gangnya juga sangat sempit. Jika dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, potensi untuk tetap menyebar dan menularkan kepada tetangga-tetangganya yang belum terinfeksi virus sangat besar.

Baca juga:  Ratusan Pohon Langka Ditanam di Rest Area Tol Salatiga

“Yang kedua, juga aspirasi dari masyarakat Coyudan sendiri, mereka merasa khawatir terjadi penularan lokal kalau warga yang positif ini diisolasi mandiri di kampung. Mereka sendiri meminta agar dilakukan karantina oleh pemerintah kabupaten,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Temanggung juga telah menyiapkan tempat karantina di BLK Maron. Segala persiapan telah dilakukan untuk mengkarantina warga. Bahkan sejak semalam Camat Parakan dan juga Lurah Kauman sudah melakukan sosialiasi kepada warga setempat baik warga yang akan dikarantina maupun warga setempat yang tidak dikarantina.

“BLK ini memang sudah tiga bulan tidak kita fungsikan karena kondisi Covid di Temanggung sudah melandai,” bebernya. Namun demikian kondisi BLK saat ini tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan kembali untuk menampung masyarakat yang terpapar Covid-19. “Sore ini (kemarin, Red) akan kita lakukan penjemputan, semoga semuanya berjalan lancar. Kemudian Coyudan akan kita lakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan juga ke gang-gang di desa tersebut,” terangnya.  (tbh/lis/bas)

Baca juga:  Soal Penanganan Covid-19 di Salatiga, Yuliyanto: Bukan Rumahnya yang Dibongkar, Tapi Tikusnya yang Dikejar

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya