alexametrics

Maksimalkan Pembelajaran IPS dengan MPI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tugas dan tanggung jawab utama dari seorang guru adalah menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, kreatif, dinamis, dan menyenangkan. Hal ini berimplikasi pada adanya kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subjek pembelajaran. Yaitu guru sebagai penginisiatif awal, pembimbing dan fasilitator dengan peserta didik sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pembelajaran itu sendiri.

Sriyono dkk (dalam Arsyad Azhar, 2005) berpendapat bahwa keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar adalah pada waktu guru mengajar. Guru harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmanai maupun rohani meliputi: pertama keaktifan indra: pendengaran, penglihatan, peraba dan lain-lain. Kedua keaktifan akal: akal anak-anak harus aktif untuk memecahkan masalah. Ketiga keaktifan ingatan, yaitu aktif menerima bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Keempat keaktifan emosi, murid senantiasa berusaha mencintai mata pelajaran yang disampaikan guru.
Faktanya, siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Semarang dalam belajar IPS, khususnya pada materi Mendeskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional, masih belum maksimal sehingga kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan belum sepenuhnya tercapai.

Baca juga:  Gas Bumi Masih Menjadi Energi Paling Efisien

Menghadapi kondisi seperti ini penulis tertarik untuk melakukan upaya guna mencari solusi atas permasalahan pembelajaran tersebut guna menemukan suatu cara atau teknik pembelajaran yang didukung oleh media pembelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat meningkatkan hasil belajaranya. Yaitu dengan MPI yang merupakan singkatan dari multimedia pembelajaran interaktif. Melalui metode ini diharapkan siswa dapat memperoleh pengetahuan yang berkesan dan bermakna sehingga akan mengefektifkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

Metode pembelajaran mandiri diperlukan karena di kelas VIII SMP Negeri 17 Semarang untuk mata pelajaran IPS hanya 3 jam pelajaran/minggu. Sementara itu materi yang harus disampaikan cukup banyak. Multimedia pembelajaran interaktif digunakan sebagai sarana agar pembelajarannya menarik, dan penulis sebagai guru IPS berupaya membuat media sendiri karena media yang sudah tersedia di sekolah kedalaman materinya kurang sesuai dengan materi yang ada di silabus.

Baca juga:  Di Gisikdrono Ada TPS Bernuansa Resepsi Pernikahan, Ketua KPPS Jadi Pengantinnya

Dengan penerapan MPI diharapkan siswa akan lebih termotivasi untuk memahami dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan pembelajaran yang menyenangkan.
Sebagai guru IPS, penulis merancang penerapan MPI dengan membuat media pembelajaran multimedia. Upaya ini dilakukan dalam dua tahapan : pertama, guru menugaskan siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Semarang untuk mempelajari media pembelajaran multimedia di rumah kemudian melaporkan hasilnya pada kelompoknya. Setelah itu siswa mengidentifikasi hal-hal penting yang harus dipahami. Selanjutnya siswa mengerjakan tugas secara klasikal dengan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang dimodifikasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah melakukan diskusi kelompok. Salah seorang ditunjuk untuk memulai membaca pertanyaannya. Siswa yang merasa memiliki jawabannya membacanya dan yang lain harus menentukan apakah menurut mereka jawabannya benar atau salah dengan mengangkat ibu jari ke atas atau ke bawah. Jika tak seorangpun menawarkan jawaban, guru menanyakan siapa yang mengira mereka mungkin memiliki jawaban yang benar, akibatnya beberapa siswa menawarkan jawabannya dan kelas berdebat mana yang benar.

Baca juga:  Siap Lakukan Counter Wacana yang Rugikan Bangsa

Kedua, guru setelah melihat hasil belajar siswa lalu melakukan refleksi terhadap kelemahan yang ditemukan pada tahap pertama. Tahapan kegiatan yang dilakukan sebagai tindakan perbaikan berdasarkan hasil temuan pada tahap pertama antara lain dengan menunjuk wakil kelompok yang dipandang cukup mampu menguasai materinuya. Diharapkan dengan adanya wakil kelompok akan saling mengisi hal-hal yang akan disampaikan pada kelompoknnya. Dengan menerapkan metode MPI diharapkan efektivitas pembelajaran IPS bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Semarang dapat dioptimalkan, terutama pada materi Mendeskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional. (ips2/lis)

Guru IPS SMP Negeri 17 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya