alexametrics

Pembelajaran Masa Pandemi dengan Aplikasi Digital

Artikel Lain

RADARSEMRANG.ID, KEMUNCULAN pandemi Covid-19 di Indonesia membuat kaget seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali guru. Tugas-tugas mengajar yang sebelumnya berjalan normal dengan cara konvensional tatap muka, tiba-tiba harus berubah dalam jaringan ( daring ) internet karena tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar langsung ke sekolah. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pencegahan penularan covid-19 sebagaimana Surat Edaran Sekretaris Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Yang menjadi persoalan adalah tak sedikit guru terbilang kurang menguasai dalam pemanfaatan teknologi. Para guru biasa menggunakan handphone atau smartphonenya hanya untuk sarana media sosial saja seperti facebook, instragram dan WhatsApp saja, sehingga dengan adanya pandemi covid-19 ini membuat bingung guru untuk melakukan pembelajaran secara daring. Sebagaimana yang dialami oleh sekolah – sekolah pada Gugus RW Monginsidi Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Melihat kondisi demikian maka sebagai pengawas pembina, penulis melakukan identifikasi semua kesulitan yang dihadapi guru dan bagaimana model penugasannya pada siswa selama pandemi ini. Mengingat jumlah guru se Gugus RW Monginsidi itu sangat banyak dan tidak mungkin dilakukan pembinaan dan pelatihan pembelajaran daring, maka kami laksanakan secara perwakilan yaitu satu sekolah mengirimkan satu kepala sekolah dan satu guru sebagai KKG kecil dengan jumlah 12 orang.

Baca juga:  Berkah di Balik Pandemi

Pertemuan pertama KKG kecil ini dimulai dari latihan yang sederhanan yaitu bagaimana membuat WhatsApp Grup ( WAG ) untuk guru, siswa maupun wali siswa sebagai sarana komunikasi dengan sesame guru dengan wali siswa dan siswa untuk memeberikan tugas – tugas yang harus diselesaikan. Bagaimana cara meengirim file yang ada di perangkat computer ke dalam WAG. Untuk sesi ini tidak banyak mengalami kesulitan mengingat guru sudah terbiasa menggunakan WAG, hanya saja harus memiliki data nomor handphone yang dimiliki siswa dan guru berperan sebagai admin WAG tersebut. Penulis memberikan tugas melalui yang dating bahwa semua guru agar membuat WAG kelasnya masing – masing dan kepala sekolah termasuk didalamnya agar dapat memantau pembelajaran tiap kelas. Sedangkan kami memantau melalui WAG dabin I yg sdh terbentuk lama.

Baca juga:  PJJ Peluang Usaha Selama Pandemi

Pertemuan berikutnya kami berlatih bersama memudahkan cara membuat googleform, karena ini membantu guru menyusun soal yang diinginkannya, mengetahui seberapa banyak siswa yang sudah merespon serta dapat diketahui peringkat dari nilai tugasnya. Akan tetapi syaratnya guru harus memiliki akun google terlebih dahulu dan atau mengakses melalui google drive. Setelah soal, file, foto ataupun dokumen yang dipilih guru bisa dibagikan lewat link googleform kepada responden yang dituju. Bilamana responden tidak memiliki akun maka link pada googleform dapat dicopy ke WAG siswa.

Dari dua sesi pembimbingan dan pelatihan yang penulis lakukan melalui KKG kecil tersebut yang berhasil hingga 100% adalah penggunaan WAG untuk guru, siswa maupun wali siswa. Hal ini dikarenakan banyak guru sudah biasa menggunakan WA sehingga tidak kesulitan, tetapi untuk pelatihan membuat soal melalui googleform dapat dikatakan baru 60% . Hal ini disebabkan guru tidak biasa atau bahkan tidak bisa mengoperasionalkan laptop dan ada Sebagian kecil yg tidak memiliki laptop pribadi. Penulis menyarankan untuk para guru agar selalu berlatih demi peningkatan kompetensi diri dan mengupayakan sarana yang memang sangat diperlukan untuk memperlancar tugas – tugas guru terutama dalam menghadapi pandemi ini.
Ditinjau dari segi siswa, masih ada siswa yang tidak memiliki handphone sehingga guru tetap melakukan pembelajaran dengan setengah daring dan setengah luring. Daring untuk siswa yang memiliki handphone dan luring untuk siswa yang tidak memiliki handphone, yaitu dengan tehnis memberikan tugas yg diprint out oleh guru lalu dibagikan kepada siswa, dengan tehnik pengambilan secara perwakilan kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. (on1/zal)

Baca juga:  Kurikulum Masa Pandemi Harusnya Disederhanakan

Pengawas Sekolah, Kecamatan Kaliwungu, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya