Ribuan Tanah Wakaf Belum Bersertifikat

222

WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG
DILANTIK: Pengurus Badan Wakaf Demak masa jabatan 2019-2022 dilantik di Bina Praja kemarin.

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Di wilayah Kabupaten Demak banyak tanah wakaf. Berdasarkan data yang ada, tercatat 3.977 lokasi. Sedangkan, yang sudah bersertifikat baru 71 persen. Yaitu, 2.854 bidang dan yang belum bersertifikat ada 1.123 bidang tanah wakaf. Demikian disampaikan Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Jateng, Musman disela melantik pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Demak masa jabatan 2019-2022 di Bina Praja kemarin

Musman mengungkapkan, tugas utama BWI adalah menginventarisir, mensertifikasi, memberdayakan, dan menyelesaikan sengketa yang terjadi. “Sekarang ini tanah wakaf dipakai untuk ibadah dan pendidikan saja. Karena itu, perlu pengembangan tanah wakaf untuk kegiatan yang produktif. Misalnya untuk peternakan,” katanya.

Produktivitas tanah wakaf diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan. Menurutnya, perlu ada kemitraan dengan elemen masyarakat. “Tanah wakaf yang belum bersertifikat harus diurus sertifikatnya serta diusahakan ada izin mendirikan bangunan (IMB),” ujar dia.

Plt Asisten Administrasi Setda, Hadi Waluyo mengatakan, keberadaan BWI dapat memberikan manfaat pada masyarakat. “Aset tanah wakaf harus dikembangkan secara produktif. Gali dan manfaatkan potensi yang ada,” katanya. (hib/bas)