alexametrics

APBD Kota Magelang Defisit Rp 75,5 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Meski diwarnai beberapa pendapat dan pandangan dari seluruh fraksi yang ada di DPRD Kota Magelang, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) akhirnya ditetapkan. APBD Kota Magelang Tahun 2020 yang ditetapkan mengalami defisit Rp 75,5 miliar. Penetapan APBD tahun 2020 ini dilangsungkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Magelang Ketujuh Masa Persidangan Kesatu Tahun Sidang 2019, Senin (25/11) malam.

“Pendapatan daerah tahun 2020 diproyeksikan sebesar Rp.920.712.158.000 sedangkan belanja daerah alokasinya Rp.996.212.158.000. Sehingga untuk tahun 2020, APBD diproyeksikan defisit sebesar Rp.75.500.000.000,” tutur Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa Adi Chandra.

Defisit anggaran tersebut dapat ditutup dengan pembiayaan netto bersumber dari proyeksi silpa tahun 2019 sebesar Rp 86.000.000.000 dan sisanya dipergunakan untuk investasi daerah sebesar Rp 10.500.000.000.

Baca juga:  Pendidik Handal Raih Prestasi Maksimal

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Stin Sahyutri Soekisno menyampaikan, defisit anggaran yang disepakati sebesar Rp 75,5 miliar, maka komponen pembiayaan daerah seperti penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan, pemanfaatannya harus dioptimalkan untuk menutupi defisit anggaran. “Maka perlu melakukan pengurangan, bahkan penghapusan pengeluaran pembiayaan yang bukan merupakan kewajiban daerah, pengurangan program dan kegiatan yang kurang prioritas. Kepada OPD pengguna anggaran, Fraksi PDI Perjuangan meminta agar ada action plan sebaik-baiknya di triwulan pertama dengan ketepatan waktu,” singgungnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyampaikan, perencanaan dan penganggaran daerah harus merupakan proses yang terintegrasi, dan harus sesuai dengan prioritas serta kebijakan pembangunan yang telah ditetapkan. “Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka arah kebijakan anggaran dalam RAPBD 2020 yang tercermin dalam besaran alokasi anggaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah, pada hakekatnya lebih diorientasikan untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah. Yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Magelang,” imbuhnya. (had/ton)

Baca juga:  Siswa SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Mau Divaksin, Tapi Takut Jarum Suntik

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya