Tantang Tawuran, Begini Fakta tentang Gengster All Star

Polisi Amankan Anggota Gengster All Star

363
DIBINA: Lima remaja yang diamankan Unit Resmob Polsek Tembalang yang hendak tawuran.(M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBINA: Lima remaja yang diamankan Unit Resmob Polsek Tembalang yang hendak tawuran.(M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Lima pelajar ditangkap Unit Resmob Polsek Tembalang, Minggu (24/11) sekitar pukul 04.15. Petugas juga mengamankan dua senjata tajam jenis celurit dan pedang yang diduga akan digunakan untuk melakukan aksi tawuran. Empat dari lima orang yang diamankan tersebut masih di bawah umur. Mereka adalah RR, 16; MJ, 16; RP, 15; FS, 15, dan Aditya Kurniawansyah, 18. Semuanya warga Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Mereka menamakan diri kelompok gengster All Star Pucanggading.

“Mereka masih di bawah umur, masih pelajar. Ini masih diamankan 2×24 jam di Polsek Tembalang untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkap Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (24/11).

Budi membeberkan, mereka diamankan saat melintas di Jalan Ketileng Raya, Tembalang. Bermula saat anggota Unit Resmob melakukan patroli kegiatan KRYD, dan melihat sekelompok remaja mengendarai sepeda motor Honda Beat dan Revo berboncengan. Merasa curiga, akhirnya anggota Resmob melakukan pengejaran.

“Mereka mengendarai motor bergerombol dan dikejar anggota kami. Begitu berhanti dan dilakukan penggeledahan ditemukan dua senjata tajam jenis pedang dan celurit. Mereka kami bawa ke mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan,” bebernya.

Hasil pemeriksaan, kelompok All Star ini diduga akan melakukan aksi tawuran setelah menerima tantangan dari kelompok gengster Belanda atau Belakang ADA. Ironisnya, tantangan dilakukan melalui live media sosial Instagram. Kesepakatan lokasi titik temu ajang tawuran berada di Jalan Majapahit.

“Mereka awalnya ada belasan orang, mencari kelompok yang bersangkutan, tapi tidak ditemukan. Nah saat melintas di Jalan Ketileng Raya ini berhasil diamankan lima orang, sebagian lainnya berhasil kabur,” katanya.

Budi mengaku geram dengan perbuatan para remaja yang melakukan aksi tawuran. Pihaknya menyebutkan, sebelumnya Unit Resmob Polsek Tembalang juga mengamankan enam orang yang juga mayoritas di bawah umur di daerah Kedungmundu, Tembalang, Sabtu (15/11) sekitar pukul 02.40. Dari hasil penggeledahan juga ditemukan dua senjata tajam jenis pedang dan celurit.

“Diduga akan melakukan tawuran, mungkin motifnya cari jatidiri. Semua masih kategori anak, usianya masih 15 tahunan. Rata-rata pelajar. Kalau yang baru ini, saya lihat wajah-wajahnya beda dengan yang kemarin,” jelasnya.

Mereka yang diamankan mendapatkan pembinaan sebelum dipulangkan ke orangtuamasing-masing. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan supaya tidak mengulangi perbuatannya. “Kita juga akan memanggil pihak sekolah yang bersangkutan untuk memberikan pengarahan dan pembinaan. Kami tidak segan memberikan tindakan tegas berupa sanksi pidana jika sudah diberikan peringatan kok masih seperti itu,” tegasnya. (mha/aro)