alexametrics

Begini Hasil Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Demak ke Provinsi Kaltim

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DPRD Kabupaten Demak pada 6 November 2019 melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda dan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Studi banding ini diperlukan untuk mengetahui proses pembangunan didaerah tersebut.

Kunker dipimpin Wakil Ketua DPRD Demak Nur Wahid dan Ketua Komisi C DPRD Demak Tatiek Soelistijani. Para anggota Komisi C turut hadir dalam kunker tersebut. Nur Wahid mengungkapkan, APBD Kabupaten Kutai Kertanegara tahun 2020 ditetapkan sebesar Rp 11,7 triliun. Terdiri dari Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH). Angka ini bisa berubah menyesuaikan alokasi dari APBN.

Di Kutai Kartanegara, dana APBD Rp 1 triliun diprioritaskan untuk penyelesaian Bendungan Marangkayu. Kemudian, tol Samarinda-Bontang sepanjang 95 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp 11 triliun. Kemudian, Jembatan Tol Balikpapan-Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Jembatan yang melintas di atas Teluk Balikpapan itu memiliki panjang sekitar 7,3 kilometer. Adapun perkiraan biaya investasinya sebesar Rp 15,53 triliun, pembangunan Bendungan Sungai Wain turut diwacanakan agar masuk PSN. Bendungan ini diharap mengurangi beban Waduk Manggar maupun Bendungan Teritip dalam menyuplai kebutuhan air.

Baca juga:  Duh, Anggota Dewan Malah Kunker ke Zona Merah

“Disana, usulan penganggaran pembangunan yang melebihi kuota menjadi daftar tunggu yang akan dimasukan ke bank data. Dalam musrenbang, pihak kecamatan diberikan juga arahan agar dapat menggali potensi dan permasalahan di wilayahnya secara komprehensif,” katanya.

Dalam alurnya, hasil Musrenbang diinput pada Sistem Informasi Manajemen Penggaaran dan Pelaporan (SIMRAL) yang dikelola Bappeda. Jajaran yang terilbat dalam Musrenbang Kecamatan adalah seluruh perwakilan Organinasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kutai Kartanegara, tokoh masyarakat, perusahaan/swasta, para stakeholders, dan anggota DPRD sesuai dengan asal daerah pemilihannya.

“Untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah/RKPD Tahun Anggaran 2020, Bappeda Kabupaten Kutai Kartanegara mendasarkan pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017,” ujarnya.

Baca juga:  Grand Wahid Hotel Salatiga Gelar Upacara Kemerdekaan

Ada beberapa permasalahan pokok Kabupaten Kutai Kartanegara yang menjadi perhatian. Belum optimalnya pengembangan potensi ekonomi terbarukan sebagai penopang perekonomian masyarakat. Masih tingginya angka kemiskinan Kutai Kartanegara, dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Jumlahnya mencapai 56.563 orang atau 7,41 persen terhadap penduduk Kutai Kartanegara Tahun 2018. Selain itu, belum optimalnya pemanfaatan potensi ekonomi daerah dalam perspektif pengembangan ekonomi wilayah secara terintegrasi.

Saat ke DPRD Kota Samarinda, rombongan DPRD Demak belajar sumber penerimaan Pemkot Samarinda 2020 yang diproyeksi sebesar Rp 2,499 triliun. Di daerah itu, penerimaan PAD tiga tahun ini mengalami peningkatan tertinggi sebesar 105 persen. Artinya pemerintah sudah melakukan perubahan dari unsur perbaikan SDM yang mumpuni untuk mengurusi hal-hal yang menjadi jantung kerjaan dari pemerintah. Didaerah itu juga sudah ada sistem perencanaan dengan aplikasi SIPEDAS (Sistem Informasi Perencanaan dan Anggaran Samarinda). Ini agar proses perencanaan pembangunan daerah berjalan efektif dan efisien.

Baca juga:  Kenaikan UMK Tunggu Regulasi Menteri dan Gubernur

Adapun, saat di DPRD Kota Balikpapan, rombongan DPRD Demak mendapatkan informasi bahwa APBD 2020 Kota Balikpapan ditargetkan sebesar Rp 2,4 trillun. ”Potensi sumber PAD daerah setempat masih banyak yang terbengkelai. Ini karena ketertlibatan pemerintah dalam pengelolaan dan pemberlakuan pajak masih terlalu minim,” ujar Wahid.

Menurutnya, pembangunan infarstruktur di Kota Balikpapan juga menjadi prioritas. Pembangunan jalan, dari 406 kilometer menjadi 837 kilometer. Targetnya hampir naik dua kali lipat. Anggaran dialokasikan untuk pembangunan jembatan sepanjang 6,9 kilometer, jalur kereta api sepanjang 238,8 kilometer, dan 49 bendungan, dan 3 bandara baru, pembangunan jalur kereta api di tahun 2020 lebih kecil ketimbang tahun 2019 sepanjang 269,45 kilometer. (wahib.pribadi/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya