Gelontor Rp 10 M untuk Jembatan Kaca Tinjomoyo

194

 

 

NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

 

DONGKRAK PARIWISATA

 

JEMBATAN MERAH: Sejumlah warga melintas di Jembatan Merah Jalan Tinjomoyo. Bentuknya menarik menjadikan jembatan ini menjadi primadona  sebagai spot hunting foto. Pemkot Semarang berencana membangun jembatan kaca di kawasan tersebut untuk mendongkrak wisata.

 

 

 

 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, Radar Semarang – Pembangunan jembatan kaca di kawasan hutan Tinjomoyo segera terealisasi. Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah mengalokasikan Rp 10 miliar untuk pembangunan jembatan penunjang wisata tersebut.

Proyek pembangunan jembatan kaca berubah dari rencana awal. Sebelumnya memang hanya akan mengganti landasan Jembatan Merah yang sudah ada saat ini dengan kaca. Namun rencana tersebut dibatalkan. Pemkot akan membangun jembatan baru berjarak 25 meter dari Jembatan Merah. Saat ini Pemkot Semarang masih mengupayakan pembebasan lahan wilayah bantaran sungai.

“Kami menargetkan awal 2020. Lelang tender paling cepat Maret atau April,” kata Kasi Perencanaan Teknis DPU Kota Semarang, Muhamad Teqi Wijaya.

Terpisah, Lurah Tinjomoyo Dewi Meirijana mengatakan, rencana pembangunan jembatan kaca di kawasan hutan Tinjomoyo menjadi prioritas Pemkot Semarang.

“Setahu saya ini menjadi unggulan dan prioritas Pak Wali Kota (Hendrar Prihadi, Red). Jembatan kaca ini hanya untuk wisata. Jadi bukan untuk lewat kendaraan,” ujarnya saat ditemui di kantornya di Jalan Taman Teuku Umar, Tinjomoyo, Banyumanik Senin (28/10).

Menurutnya, efek yang ditimbulkan dari pembangunan jembatan kaca sebagai wisata baru tersebut akan menjadikan warga memiliki lapangan kerja.

Salah satu warga RW 01, Evi Hening Cahyani mengaku senang dengan rencana pembangunan jembatan kaca tersebut. Geliat pariwisata di kawasan tersebut akan kembali bangkit.

“Jadi, kita seperti kehilangan pariwisata, kalau ada jembatan kaca kan seperti ada akses pariwisata lagi. Efeknya bakal ada lapangan kerja kita buat jualan,” katanya.

Terlepas dari hal itu, yang harus diperbaiki adalah akses jalan menuju lokasi. Saat ini kondisinya rusak cukup parah.  Sangat menyulitkan wisatawan menuju loksai. “Kalau jadi mau dibuat jembatan kaca sebagai wisata perbaiki dulu aksesnya. Kan percuma kalau sudah ada wisata tapi aksesnya jelek,” kata Mulyadi, ketua RT 05 RW 01 Tinjomoyo. (cr5/zal)