alexametrics

Gemetar Bertemu Presiden Jokowi, Janji Tularkan Virus Pramuka

Artikel Lain

PENGHARGAAN TAK TERLUPAKAN : Ema Khasanah ketika mendapatkan penghargaan Pramuka Teladan Tingkat Nasional oleh Presiden Joko Widowo di Cibubur, Rabu (14/8) silam.(Dokumen Pribadi)

 

Ema Khasanah, Peraih Penghargaan Pramuka Teladan Tingkat Nasional dari Jateng

 

 

Ema Khasanah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang telah mencapai puncak menjadi Pramuka Teladan. Capaian itu dia anggap biasa. Dia mengira, pelantikan dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Ternyata dilantik orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Kehormatan yang tidak pernah ia bayangkan.

 

Dewi Akmalah

Radar Semarang

 

KECINTAAN terhadap Pramuka sudah mendarah daging. Itulah yang dirasakan oleh Ema Khasanah. Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo ini, sejak kecil mencintai Pramuka. Bahkan dirinya rela meninggalkan segala aktivitas bersama dengan keluarga, demi mengikuti Pramuka. Dan melalui Pramuka jugalah dirinya berhasil bertemu dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Pertemuan dengan orang nomor satu di Indonesia ini, baginya, merupakan momen tak terduga yang ia syukuri seumur hidupnya. Namun jalan harus dilalui penuh suka duka, sebelum bertemu Presiden RI berlangsung.

Awalnya ia berniat mengajukan lencana Pramuka Teladan dengan mengirim berkas ke Kwarcab Kota Semarang. Namun ia mendapatkan informasi bahwa berkas miliknya harus direvisi karena ada beberapa syarat yang harus dilengkapi.

Baca juga:  Tanggul Sungai Plumbon Jebol, 41 Rumah dan Sekolah Terendam

Halangan pertama dimulai ketika ia harus merevisi, namun tidak bisa datang karena posisi sedang di Jawa Timur. Perasaan sedih sudah menggelayuti dara 23 tahun ini. Dirinya pun sudah pasrah dengan hasil yang ada. “Mau bagaimana lagi, posisi jauh. Merevisi juga susah. Ya sudah saya pasrah,” tuturnya menyerah.

Justru H-2 sebelum peringatan Hari Pramuka pada 14 Agustus 2019, dirinya ditelepon oleh Kwarcab untuk siap dilantik oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. “Tentu saya sangat bersyukur. Akhirnya keinginan saya mencapai level tertinggi dari Pramuka dapat terwujud,” ujarnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang ketika melatih Pramuka di SDN Purwoyoso 02 Semarang.

Kejutan berlanjut ketika H-1 pelantikan. Dirinya justru mendapat telepon dari Kwarda untuk mewakili Jawa Tengah mendapat penghargaan pelantikan Pramuka Andalan oleh Presiden Jokowi di Cibubur. Perasaan senang, kaget, tidak menduga, menggelayuti pikirannya. Apalagi dirinya baru dihubungi pukul 23.00. Sedangkan ia diwajibkan mengikuti gladi bersih pada 14 Agustus pukul 08.00 pagi di Cibubur. Di tengah rasa senang, dirinya juga bingung bagaimana cara berangkat ke Jakarta, padahal dirinya belum persiapan apapun. Bahkan dirinya juga tidak sempat meminta izin kepada keluarganya di Jepara.

Baca juga:  Ratusan KPM Mengundurkan Diri

“Saya itu baru saja pulang setelah mengikuti gladi Upacara, Renungan dan Ulang Janji di Kwarcab sebelum ditelepon dari Kwarda yang membawa kabar tersebut. Meski mengantuk dan capek, saya senang dan bangga. Tapi juga kaget dan bingung bagaimana saya kesana. Padahal Kwarda menuntut malam itu juga saya harus berangkat ke Jakarta. Akhirnya setelah di lobi, saya bisa berangkat ke Jakarta 04.30 menggunakan pesawat,” ujar putri bungsu dari pasangan Munaji dan Budra ini.

Setelah sampai Cibubur, dirinya mengikuti gladi dan upacara penyematan yang dipimpin langsung oleh Jokowi. Dirinya mengaku gemetar ketika bertatap muka langsung dengan Presiden Jokowi. Meski begitu, dirinya berusaha mengendalikan diri dan tetap bisa profesional mengikuti upacara. Baginya, Presiden Jokowi terlihat tidak berbeda antara di televisi dan kehidupan nyata. Sosoknya dan senyumnya yang hangat mampu mendamaikan seluruh orang yang melihatnya.

“Itu pengalaman yang tidak pernah saya lupakan. Yang lucu lagi, ketika saya sampai ke Jepara, seluruh warga kampung bertanya kenapa saya bisa ketemu Presiden Jokowi? Bagaimana perasaannya saat ketemu presiden dan lain-lain. Saya serasa menjadi artis ketika pulang ke kampung. Senang sih, tapi malu juga mendapat perhatian yang begitu besar dari warga kampung,” lanjutnya sambil tertawa.

Baca juga:  Parenting yang Tepat, Kunci Cegah Stunting

Dirinya menambahkan melalui Pramuka pulalah dirinya mendapat kesempatan mengunjungi berbagai daerah di Indoensia. Tercatat ia pernah mengunjungi Banten, Lombok, dan beberapa daerah di Jawa Timur, Jakarta bahkan Sulawesi Selatan. Baginya Pramuka memberikan berbagai pengalaman berharga. Bisa bertemu teman baru, cerita baru yang tentu membahagiakan.

Setelah mendapatkan impiannya menjadi Pramuka pada tingkatan tertinggi, dirinya mengaku ingin mengabdikan diri kepada dunia Pramuka. Khususnya untuk daerah asalnya yakni Jepara yang masih kurang mengapresiasi Pramuka. Dirinya berharap semakin banyak anak dan remaja aktif dalam kegiatan Pramuka. Mengingat banyak sisi positif dan penanaman sikap yang luhur yang diajarkan melalui Pramuka. Sehingga generasi tunas bangsa dapat memiliki kepribadian yang luhur dan cinta tanah air.

“Kalau di Semarang saya akui Pramuka berkembang pesat. Namun di Jepara belum. Makanya setelah saya lulus ini, saya berencana kembali ke Jepara untuk menyebarkan semangat Pramuka. Semakin banyak anak Jepara tertarik dengan Pramuka, semakin banyak yang memiliki jiwa serta semangat tinggi, cinta tanah air dan berkepribadian luhur,” pungkasnya. (*/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya