alexametrics

Sapi Ngamuk, Masuk Gorong-Gorong

Sempat Seruduk Panitia Kurban

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Ada banyak kejadian yang bikin heboh saat menjelang pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8) kemarin. Selain sapi yang masuk gorong-gorong di Jalan Lamongan Raya, Sampangan, ada juga yang nyemplung sumur di Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima. Sapi yang ngumpet di gorong-gorong itu terjadi di Masjid Darusalam, Sampangan Baru, Kelurahan Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang. Sapi kurban itu lari dan masuk selokan sempit di depan minimarket Jalan Lamongan Raya.

Menurut Angga, warga setempat, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 diawali ketika panitia akan menuntun sapi yang mendapat giliran akan disembelih. Saat itu, seorang panitia yang sudah sedikit tua tanpa curiga menuntun sapi menuju tempat penyembelihan. Mendadak hewan kurban ini menjadi liar dan garang. Sapi tersebut lepas kendali dan melompati pagar kemudian berlari ke Jalan Lamongan Raya sebelum masuk selokan dan bersembunyi di gorong-gorong di sisi minimarket berjarak sekitar 200 meter dari lokasi penyembelihan.

Kontan saja, kejadian itu membuat panik pengguna jalan. Sejumlah panitia kurban pun melakukan pengejaran. Bahkan seorang panitia sempat diseruduk hingga terpental ketika berupaya menangkap sapi tersebut. Saat bersembunyi di gorong-gorong, sapi itu terus berontak ketika panitia kurban dibantu warga berupaya mengeluarkannya. Karena terus berontak, warga dibantu anggota TNI dan Polri terpaksa merusak beton gorong- gorong. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam, karena gorong-gorong yang sempit. Sedangkan sapi tak mau bergerak sama sekali.

Beberapa warga terpaksa masuk gorong-gorong untuk mendorong sapi dari belakang. Hal inipun menjadi tontonann warga sekitar dan pengguna jalan yang lewat. Si sapi yang lemas diberikan minum. Setelah sekitar dua jam, sapi tersebut berhasil ditarik naik. Namun saat naik, sapi tersebut kembali mengamuk. Hewan ini menyundul warga hingga mental di jalan. Usaha keras panitia dan warga akhirnya berhasil menjinakkan sapi jantan tersebut meski beberapa bagian tubuh sapi itu terluka akibat gesekan beton gorong-gorong. Beberapa saat setelah berhasil dievakuasi, sapi tersebut langsung disembelih.

Baca juga:  Hari Santri Nasional Tahun 2021: Logo dan Filosofinya

Sapi yang ngamuk saat hendak dipotong juga terjadi di kompleks Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima, Semarang. Bahkan, sapi tersebut sampai nyemplung sumur. Untuk mengeluarkan sapi yang memiliki berat ratusan kilogram itu, digunakan truk crane milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Semarang Adhityani saat melakukan pemantauan daging hewan kurban di Masjid Raya Baiturahman Simpang Lima mengatakan, sapi tersebut memberontak dan lari masuk sumur saat akan disembelih. Hal itu menimbulkan kepanikan panitia kurban dan warga di masjid tersebut. Sapi sempat beberapa saat di dalam sumur. Sapi berhasil dikeluarkan setelah truk crane milik Dishub Kota Semarang datang.

Begitu sapi berhasil ditarik ke atas, langsung dilakukan penyembelihan. Karena posisi kepala di atas, menyebabkan darah tidak bisa keluar secara maksimal. Darah sapi mengumpul dan menutupi bagian hati. “Karena menyembelih sapi kepalanya di atas, maka darah tidak bisa keluar dengan sempurna. Hati sapi itu berlumuran darah, sehingga tidak layak dikonsumsi,” ujarnya. Meski demikian, bagian sapi yang lain masih layak dikonsumsi.

Cacing Hati
Hewan kurban yang disembelih saat hari raya Idul Adha 1440 H kemarin, ternyata masih banyak yang ditemukan dalam kondisi tidak sehat. Terbukti, banyak ditemukan daging sapi hewan kurban yang mengandung cacing hati. Hal ini terungkap saat petugas Dinas Pertanian Kota Semarang melakukan pemantauan di 423 tempat penyembelihan hewan kurban di 16 kecamatan di Kota Semarang. Dalam pantauan itu, ditemukan cacing hati di sedikitnya 70 ekor sapi kurban yang disembelih.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang WP Rusdiana mengatakan, dalam pemeriksaan hewan kurban itu, pihaknya mengerahkan 60 petugas dibantu 30 dokter hewan dan menyebar ke 16 kecamatan di Kota Semarang. Total ada 423 titik yang didatangi dan berhasil memeriksa 1.558 ekor sapi, 4.589 ekor kambing, 105 ekor domba, serta 13 ekor kerbau. “Dari hasil pemeriksaan tim kami, ada 70 kasus cacing hati di hewan kurban yang disembelih,” kata WP Rusdiana.

Baca juga:  Tetap Bertahan, Meski Tak Diminati Anak Milenial

Kasus cacing hati ini, ditemukan di hewan kurban yang disembeli di masjid, musala maupun perkampungan yang ada di Kota Semarang. Menurut dia, meski telah dilakukan pengecekan hewan kurban, peninjauan saat penyembelihan tetap harus dilakukan, agar jeroan sapi ataupun kambing kurban layak di konsumsi. “Walaupun hewan kurban memiliki surat keterangan sehat dan bebas penyakit, namun di jeroan tetap harus diperiksa. Seperti paru dan hati yang bebas cacing, sehingga layak dikonsumsi,” ujarnya.

Jeroan yang mengandung cacing atau berpenyakit ini, lanjut dia, disarankan agar tidak dikonsumsi dan dibuang ataupun ditimbun dalam tanah. “Kami terus melakukan pemeriksaan sampai hari tasyrik usai,” katanya.

Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jateng I, Theresia Ana Ekawati mengatakan, dalam kegiatan Idul Adha kemarin, anggota PDHI melakukan pemeriksaan hewan kurban baik sebelum dan sesudah pemotongan. Untuk kelancaran, PDHI melibatkan 50 anggota dari cabang Jateng 1.
“Kami sebelumnya ikut pelatihan, lalu diterjunkan ke masjid dan musala di Kota Semarang yang melakukan penyembelihan hewan kurban,” katanya.

Theresia mengaku sempat menemukan hewan kurban di Masjid Raya Baiturahman yang mengandung cacing hati. Daging tersebut langsung dibuang. “Sebenarnya cacing hati itu tidak membahayakan, tetapi tetap berisiko bagi manusia, karena penyakit yang ditularkan hewan kepada manusia,” ujarnya.

Dikatakan, ada beberapa penyakit sapi yang harus diwaspadai dengan ciri-ciri fisik di antaranya mengalami infeksi paru-paru, sapi terjangkit virus TBC, tetapi saat ini tidak ditemukan. Sedangkan TBC itu juga bisa menular. “Untuk hewan terutama sapi yang terkena cacing hati secara fisik dapat terlihat kurus, dan dilihat dari matanya terlihat kotor dan di ujung dalam mata ada kotoran dan penebalan. Kalau sakit paru, biasanya sapi terlihat kurus, hidung tidak bersih, dan mulut ngiler,” katanya.

Baca juga:  Stok Vaksin DPT di Kota Semarang Menipis

Kemarin, petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng juga melakukan pantauan di sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban. Petugas menemukan banyak tempat penyembelihan yang masih kotor. Ia meminta hewan yang akan dikurbankan agar dipilih dua bulan sebelumnya, sehingga jauh-jauh hari akan dilakukan penyuntikan agar hewan kurban menjadi sehat.

“Kami ingin ketika orang sudah berkurban, dagingnya mau dibagikan kepada masyarakat tentunya harus daging yang sehat, aman dan halal. Karena itulah yang ingin kita capai,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Jateng Ir Lalu Muhammad Syafriadi MM seusai melakukan pengawasan di Masjid Raya Baiturrahman, Semarang.

Sementara itu, ribuan warga mengantri untuk mendapatkan daging kurban di Masjid Kauman Semarang. Antrian sepanjang 500 meter tersebut mendapatkan pengamanan dari petugas Kepolisian dan TNI. Dalam pembagian daging kurban yang dimulai setelah salat Ashar tersebut terbagi dua sisi, yakni sebelah selatan untuk kaum wanita dan anak-anak. Sedangkan untuk sisi utara untuk laki-laki. Tepat pukul 15.30 pembagian daging kurban dengan giliran memasukkan sepuluh warga ke dalam lingkungan masjid. Saat warga sudah masuk ke lingkungan masjid, mereka mencelupkan jari kelingkingnya ke dalam tinta sebagai tanda sudah menerima daging sebesart 4 ons. Mereka lalu keluar melalui Jalan Pemuda Semarang.

Sekretaris Masjid Agung Kauman Muhaimin mengatakan, pada Idul Adha tahun ini Masjid Agung Kauman menyembelih 20 ekor sapi dan 55 ekor kambing. Pihaknya membagikan 9 ribu kantong daging. “Hewan kurban tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu,” katanya. (hid/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya