alexametrics

Sertifikasi Antarkan Barista Mendunia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID SEMARANG – Badan Ekonomi Kreatif (bekraf) melihat kopi Indonesia sebagai potensi ekonomi luar biasa. Saat ini produksi kopi di Indonesia menduduki peringkat 4 setelah Kolumbia, Brazil, dan Vietnam.

Direktur harmonisasi regulasi dan standarisasi Bekraf Sabartua Tampubolon mengatakan, potensi ini harus dikelola dengan baik. Dengan demikian kopi dapat menjadi pendongkrak perekonomian nasional.

”Bagaimana kopi yang dihasilkan memberi nilai tambah ini menjadi bagian dari domain ekonomi kreatif,” ujarnya.

Tidak hanya kopi yang dihasilkan, namun juga bagaimana kopi itu disajikan. Di sini, peran barista dinilai cukup penting.

Tantangan yang muncul kemudian adalah, persaingan pasar di tengah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kondisi ini membuat barista dari luar dengan mudah masuk ke Indonesia. Begitupun sebaliknya. Sehingga sertifikasi menjadi penting untuk mengantarkan barista Indonesia di kancah dunia. ”Kalau nggak ada sertifikasi, kesulitannya kita tidak ada kontrol untuk yang dari luar ketika masuk,” jelasnya.

Baca juga:  Diduga Lupa Matikan Kompor, Dua Rumah Terbakar

Dijelaskan, sejak 2016 hingga sekarang sudah ada 3.000 barista yang sudah mengantongi sertifikat komepetensi. Kota demi kota akan terus disambangi untuk memberikan sertifikasi para barista.

Anggota DPR Komisi X Yayuk Basuki mengatakan, konsumsi kopi di Indonesia terus meningkat seiring trend kopi sebagai gaya hidup. Yayuk juga mengamini peran penting para barista dalam meningkatkan nilai jual kopi Indonesia.

”Dalam hal ini barista harus memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan dengan sertifikasi sehingga mereka bisa bersaing. Tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional,” jelas perempuan yang mengaku sebagai pecinta kopi ini.

Edy Panggabean Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia menyampaikan, syarat minimal untuk mengikuti uji kompetensi adalah lulusan SMA dan memiliki pengalaman, paling tidak, satu tahun di bidang perkopian. Mereka kemudian akan menjalani pelatihan kemudian diuji kompetensinya untuk bisa mendapatkan sertifikat.

Baca juga:  Beasiwa untuk Pelajar Asal Papua

”Kita menggunakan portofolio dan melakukan wawancara untuk menguji para barista ini. Setidaknya serttifikasi ini diakui di tingkat ASEAN. Mereka bisa menggunakan sertifikat kompetensi ini,” jelasnya. (sga/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya