alexametrics

Pakai Kursi Roda, Bos SSJ Diperiksa

Dugaan Kasus Suap Jaksa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Penggeledahan dan penyegelan sejumlah ruang kerja di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, Selasa (30/7) lalu akhirnya terkuak. Diduga kuat penggeledahan itu terkait kasus suap penanganan perkara yang menjerat pemilik sekaligus komisaris PT Suryasemarang Sukses Jayatama (SSJ) Surya Soedarma bin Lie Tjek Jauw. Surya terjerat perkara kepabeanan, dan telah divonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Kemarin, Surya diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolrestabes Semarang. Pemeriksaan ini terkait dugaan tindak pidana kepabeanan yang perkaranya sedang disidik Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan suap kepada oknum jaksa.

Informasi yang beredar, Surya diperiksa oleh anggota KPK bersama lima karyawannya, Kamis (1/8) kemarin. Laki-laki tersebut duduk di atas kursi roda tiba di Mapolrestabes Semarang sekitar pukul 10.00. Setelah itu, ia masuk ke ruang Reserse Umum (Resum) Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan lima orang lainnya yang datang bersama Surya, masuk di ruang berbeda, yakni di ruang Unit Tipikor yang satu bangunan dengan Unit Resmob Polrestabes Semarang.

Pemeriksaan Surya juga diikuti oleh pengacaranya, Adrianus Herman Henok. Adrianus mengakui kliennya tersebut hadir di Mapolrestabes Semarang menggunakan kursi roda. Namun demikian, pihaknya belum bersedia memberikan keterangan banyak terkait materi pemeriksaan tersebut.  “Pak Surya memang sedang sakit. Sehingga harus menggunakan kursi roda,” kata Adrianus.

Baca juga:  Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah

Saat tiba di Mapolrestabes Semarang, Adrianus hanya mondar-mandir di sekitaran bangunan Unit Resmob. Ia mengakaui, belum diizinkan untuk mendampingi kliennya yang sedang diperiksa penyidik KPK di Polrestabes Semarang. “Secara pastinya saya belum tahu. Saya juga belum diperkenankan masuk oleh KPK,” ujarnya.

Salah seorang laki-laki keluar dari bangunan Resmob, yang diduga sopir pribadi Surya Soedarma sekitar pukul 17.00. Pria tersebut enggan memberikan keterangan ketika  dihampiri sejumlah wartawan yang bertugas di Mapolrestabes Semarang.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, kasus itu awalnya diduga terjadi permintaan uang oleh oknum kejaksaan sebesar USD 10.000. Dalam permintaan uang itu dikabarkan sudah tersadap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Aspidum Kejati DKI Jakarta nonaktif Agus Winoto dan pengacara Alvin Suherman dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta. Sedangkan Alvin Suherman kebetulan juga menangani kasus kepabeanan dengan terdakwa Surya Soedarma. Kasus kepabeanan dengan terdakwa Surya Soedarma ini ditangani jaksa gabungan dari Kejati Jateng dan Kejari Kota Semarang.

Terkait temuan itu, Kejagung telah mengirim surat ke Kejati Jateng pada 26 Juli 2019 lalu. Surat Nomor B.1090/F.2iFd 1/07/2019 itu bersifat segera dan ditandatangani Jaksa Utama Madya Dr A Agung Putra atas nama Jaksa Agung Muda Tidak Pidana Khusus Direktorat Penyidikan atas nama penyidik. Isi surat itu intinya meminta Kejati Jateng membantu memanggil jaksa-jaksa yang bertugas di lingkup Kejati Jateng dan Kejari Kota Semarang untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penanganan perkara tindak pidana kepabeanan atas nama terdakwa Surya Soedarma.

Baca juga:  Bocah Mengadu ke Bupati Pekalongan Ingin Disunat

Dasarnya adalah surat perintah penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-21/F.2/Fd.1/07/2019 tAnggal 26 Juli 2019. Berdasarkan surat tersebut, tujuh jaksa dipanggil dan diperiksa. Mereka adalah Kepala Kota Semarang Dwi Samudji, Staf TU Kejati Jateng Benny Chrisnawan, Jaksa Fungsional di Aspidsus Kejati Jateng Dyah Purnamaningsih, dan Jaksa Fungsional di Aspidsus Kejati Jateng Mursriyono. Empat jaksa tersebut dimintai keterangan Selasa (30/7) lalu.

Sedangkan Kasi Penuntutan di Aspidsus Kejati Jateng M Rustam Effendy, Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Kejati Jateng Adi H Wicaksono, dan Bendahara Pengeluaran Kejari Semarang Sukanti dimintai keterangan sebagai saksi pada Rabu (31/7) lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di kantor sekaligus gudang PT SSJ di Jalan MT Haryono nomor 760-763 Ruko Karangturi Blok N, Semarang, Kamis (1/8), tampak beroperasi seperti biasa. Para karyawan dan tamu keluar masuk kantor yang menempati sebuah ruko tersebut.  Saat koran ini menghampiri salah satu karyawan di kantor tersebut. Orang itu datang menggunakan sepeda motor Scopy berpelat nopol H 5721 RF. Awalnya, terlihat santai dan ceplas-ceplos menanggapi pertanyaan koran ini. Namun saat ia mengetahui berasal dari Jawa Pos Radar Semarang, langsung pelit berbicara. Ia hanya mengaku sebagai kurir. Padahal ia sempat keluar-masuk kantor ekspor impor itu hingga dua kali.

Baca juga:  Limbah Kulit Kacang Tanah Biakkan Bakteri Prebiotik

“Pengelola gedungnya masih diperiksa, kemungkinan besok (2/8) (hari ini, Red) baru bisa dikonfirmasi. Saya masuk ke ruangan dulu Mas. Kalau atasan, sedang tidak ada di ruang kerjanya, karena sedang tugas di luar,”aku karyawan tersebut kepada koran ini.

Karyawan lainnya yang sedang bersih-bersih mengaku semua masih beraktivitas seperti biasa. Sedangkan pimpinannya masih pergi. Keterangan petugas parkir di wilayah itu, memang sebelumnya banyak tim terjun ke kantor PT SSJ. Informasi yang diketahuinya, mereka adalah  petugas KPK.  “Mobilnya ada 4-an, tapi timnya banyak yang turun, kalau detailnya belum tahu,”kata tukang parkir tersebut. (mha/jks/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya