alexametrics

Ruang Aspidsus Kejati Digeledah

*Diduga Terkait Kasus Suap

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Ruang Asisten Bidang Pidana Khusus (Aspidsus) Kusnin Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah digeledah dan disegel oleh tim penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Beredar kabar, penggeledahan tersebut terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap jaksa di Jakarta. Dugaan lain terkait tindak pidana kepabeanan yang menjerat Komisaris PT Surya Semarang Sukses Jayatama, Surya Soedaema.

Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Jateng Ponco Hartanto tidak membantah adanya kegiatan oleh penyidik Kejaksaan Agung di kantor Kejati Jateng “Kami belum tahu kasusnya, karena yang menangani pusat. Info OTT ndak ada itu, kalau penyegelan kewenangan Kejaksaan Agung. Semua proses dilakukan Kejagung,”kata Ponco Hartanto saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (31/7).

Ia menegaskan, pihaknya belum bisa memberikan informasi. Karena informasi nantinya akan disampaikan di Kejagung. Namun demikian, diakuinya, memang ada beberapa tim Kejagung yang turun ke Kejati Jateng. Sedangkan bidang yang dituju dalam penggeledahan, ia tak menyebut secara detail. Termasuk terkait informasi pegawai Kejati Kejati yang diperiksa, Ponco hanya meminta koran ini untuk menunggu karena semua masih berproses sehingga harus bersabar.

Baca juga:  Pemerintah Kabupaten Semarang Mengusulkan Fasilitas Program Kejar Paket A, B, dan C, Digratiskan

“Masalah penyegelan nanti disampaikan Kejagung saja, karena ini prosesnya di Kejagung. Apapun keterangan memang milik media, tapi semua tetap sabar karena masih berproses. Kalau ada OTT KPK Kejagung turun, ndak ada informasi itu, semuanya berproses sesuai kewenangan kita masing-masing,”jelasnya.

Pihaknya juga mengaku masih menunggu perkembangan. Ponco menyampaikan, nantinya apabila informasi telah lengkap dan diperbolehkan menyampaikan, baru disampaikan. Karena setahunya dari informasi tersebut masih ada yang perlu didalami.

Saat ditanya terkait nama Asisten Tipidsus Kusnin yang diperiksa oleh Kejagung, ia hanya memberikan isyarat jawaban semua diklarifikasi.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun, penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menggeledah ruang Asistem Bidang Pidana Khusus Kejati Jateng. Penggeledahan itu diduga terkait perkara tindak pidana kepabeaan yang menjerat Surya Soedarma. Surya sendiri dituntut jaksa dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Ia akhirnya divonis 2 tahun penjara.

Baca juga:  Kuasa Hukum : Uka Bertindak Atas Perintah Agoes Soeranto

Dalam penggeledahan itu dikabarkan, Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah melayangkan surat panggilan kepada sejumlah pegawai kejaksaan dalam penanganan perkara tersebut. Beberapa pegawai kejaksaan yang dipanggil untuk dimintai keterangan antara lain Kasi Penuntutan Aspidsus Kejati Jateng, jaksa penuntut umum yang menangani perkara itu, hingga petugas Kejaksaan Negeri Semarang.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, suasana kantor Kejati Jateng masih tampak normal, termasuk di ruang Tipidum dan Tipidsus yang terlihat dari ruang tunggu tamu, tampak normal. Karena para pegawai masih terlihat lalu lalang seperti biasa. Sedangkan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Yunan Harjaka, dari informasi yang diterima koran ini sedang berada di Papua menghadiri pertemuan jaksa se-Indonesia yang dihadiri Kejagung HM Prasetyo.

Sebelumya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut dua jaksa yang dikembalikan ke Kejaksaan Agung terakit kasus yang berbeda dengan kasus yang ditelusuri dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dua jaksa yang diserahkan kembali ke Kejagung adalah Kepala Sub Seksi Penuntutan Kejati DKI Jakarta, Yadi Herdianto dan Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum Tindak Pidana Umum Lain (Kasi Kamnegtibum TPUL) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Yuniar Sinar Pamungkas. Dalam kasus itu, KPK menggelar operasi di sejumlah tempat terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Hasilnya, dua jaksa, dua pengacara, dan satu pihak swasta ditangkap. “Jadi, begini, itu ada dua kasus yang berbeda. Kasus OTT-nya langsung ditangani KPK, tidak ada pengembalian [tersangka] ke sana (kejaksaan). Dalam waktu yang sama, kami menemukan ada indikasi kasus yang itu memerlukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Agus. (jks/aro)

Baca juga:  Masuk Polres Magelang Wajib Scan Barcode

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya