Beranda # Pelari Kenya Dominasi Lomba

Pelari Kenya Dominasi Lomba

0
Pelari Kenya Dominasi Lomba
BERBURU MEDALI : Para pelari di kategori half marathon 21 km langsung berhamburan saat start dimulai di pelataran Candi Borobudur, kemarin. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

MAGELANG – Event akbar Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (19/11) berlangsung meriah. Lomba lari marathon yang rutin digelar setiap tahun ini dinilai jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi pun mengapresiasinya. “Tahun ini sangat apik, tertib, dan disiplin. Sepertinya nyaman bagi semua peserta, baik yang 10 kilometer, 21 kilometer, atau 42 kilometer,” ucapnya ketika ditemui di sela-sela acara. Meski sudah merasa cukup puas, dia meminta BJBM tahun depan bisa lebih disempurnakan lagi. Terutama mengenai sosialisasi. Harapannya, jumlah peserta dari kalangan pelajar bisa lebih banyak lagi.

Dirut Bank Jateng, Supriyatno menjelaskan, keikutsertaan Bank JatengĀ  berpartisipasi menjadi sponsor utama diharapkan mendapatkan banyak manfaat. Terutama dalam menaikkan citra perusahaan yang akan membentuk awareness nasabah dan masyarakat luas serta pada akhirnya meningkatkan kinerja perusahaan karena kepercayaan masyarakat dan pemilik meningkat.

PERKASA : Pelari asal Kenya, Kiprop Tonui saat menyentuh garis finish. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)
PERKASA : Pelari asal Kenya, Kiprop Tonui saat menyentuh garis finish. (Nurchamim/jawa pos radar semarang)

Dengan keterlibatan Bank Jateng dalam kegiatan ini, dia berharap akan terbentuk mindset masyarakat luas bahwa Borobudur Marathon adalah Bank Jateng dan dapat menggiring opini masyarakat, Bank di Jateng adalah Bank Jateng.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ikut memeriahkan BJBM. Dia mengikuti nomor 10 kilometer bersama istrinya, Siti Atikoh Ganjar Pranowo dan 6 ribuan peserta lain. “Penginnya ikut yang full marathon (42 kilometer). Tapi saya atlet yang tahu diri,” ucapnya sambil tertawa.

Ganjar mengaku sengaja memilih nomor 10 kilometer karena dianggap paling ramai, paling semangat dan biasanya lebih ceria. “Saya kepenginnya olahraganya. Sekalian ngobrol dengan peserta lain. Biasanya, 10 kilometer itu larinya cuma 1 kilometer. Sisanya foto-foto, cerita-cerita dengan peserta lain. Jadi lari 10 kilometer ini semangatnya lari sosial,” katanya.

Di BJBM 2017 ini, Pelari nasional, Agus Prayogo menjadi yang tercepat kategori half marathon 21 kilometer. Peraih emas PON XIX Jabar 2016 itu mencatatkan waktu 1 jam 12 menit 3 detik. Berada di peringkat kedua Nurshodiq dengan waktu lari 1 jam 12 menit 6 detik.

Disusul Difta Ibrula dengan catatan waktu 1 jam 13 menit 42 detik. Pada nomor yang sama elite internasional, pelari Kenya Josphat Kiptanui Too menginjak garis finis pertama dengan catatan waktu 1 jam 4 menit 42 detik. Kemudian disusul Barnaba Sigei (Malaysia) dengan 1 jam 4 menit 52 detik dan Josep Kwangi (Kenya) dengan 1 jam 5 menit 9 detik.

Pada kategori full marathon 42 kilometer, pada kelompok nasional putra, Hamdan Syafril menyelesaikan lomba pertama kali dengan waktu 2 jam 39 menit 40 detik. Disusul Asma Bara (2 jam 40 menit 47 detik) dan Rudi Febriade (2 jam 41 menit 18 detik). Untuk elite internasional putra, Kiprop Tonui (Kenya) tercepat dengan waktu lari 2 jam 26 menit 20 detik. Kemudian Kennedy Tipro (Kenya/2 jam 26 menit 40 detik) dan Cosmas Matolo (Kenya/ 2 jam 26 menit 45 detik). (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.