Dewan Minta Izin Galian C Ditinjau

495

SALATIGA – Kalangan DPRD Kota Salatiga mempertanyakan kegiatan galian C di jalan lingkar selatan (JLS) Salatiga tepatnya di dekat taman kota Kumpulrejo. Meski sudah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi Jateng, namun galian itu dinilai merusak lingkungan dan ekologi.

Senin (9/1) siang, Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistio sidak ke Galian C di Kumpulrejo JLS untuk mengetahui lebih jelas proyek Galian tersebut. Menurutnya, galian itu jelas kejahatan ekologi. Bukit dikepras, pohon-pohon ditebangi, dan dikhawatirkan bisa mematikan air bawah tanah.

Teddy menilai keberadaan galian C tersebut tidak mengindahkan dampak yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan. “Mengapa hal itu bisa dilakukan. Bukit dikepras, nanti dikapling-kapling, dijual (kaplingnya) dengan harga tinggi. Siapa yang bisa melakukan hal itu, ya pemilik modal. Saya minta izinnya ditinjau ulang,” tandas politisi PDIP ini.

Ditambahkan dia, memang secara geografis Kota Salatiga memiliki daya tarik sendiri sebagai kota hunian. Ketika Kota Semarang sudah penuh sesak dan berhawa panas, maka salah satu tujuan untuk hunian adalah di Salatiga. Karena kotanya tidak terlalu padat, iklimnya sejuk.

Dengan adanya kejadian itu, Teddy berharap Perda Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) akan diawasi dengan ketat, sehingga nantinya kelangsungan ekologi di Salatiga tetap terjaga.

Sementara, dalam sidak di galian C, Teddy ditemui seorang mandor, Edi Purwanto. Edi mengatakan penggalian tersebut dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Pasir dan batu di lokasi itu digunakan untuk proyek tol.

Penggalian dilakukan dengan mengerahkan alat berat. Bukit yang dikepras merupakan bukit berbatu dan tanah. Bahkan tanah dikeruk hingga kedalaman lebih dari lima meter. Edi mengatakan, tanah di atas nantinya akan diratakan jika sudah tidak ada material sirtu. (sas/ton)