Polemik Pujasera, SKPD Lempar Tangung Jawab

337

UNGARAN–Banyak permasalahan yang membelit para pedagang di Pujasera Alun-Alun Bung Karno. Mulai keberadaan pedagang liar di area lapangan alun-alun, fasilitas, hingga keamanan yang kini masih menjadi kendala. Namun peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, selama ini seolah lepas tangan terhadap persoalan tersebut.
Ketua Paguyuban Pedagang Pujasera Alun-Alun Bung Karno, Daryanto mengungkapkan bahwa persoalan air bersih, memang menjadi momok bagi para pedagang. Pasalnya, air yang mengalir ke los Pujasera tersebut tidak bisa digunakan untuk konsumsi sehari-hari. “Hal itu sudah kami laporkan ke Dinas Koperasi UMKM dan Perindag, namun tidak ada tindak lanjut,” kata Dariyanto, Kamis (18/9) kemarin.
Sehingga para pedagang harus mendatangkan air bersih guna keperluan berjualan. Keluhan lain yang kerap disampaikan para pedagang yaitu soal keamanan. Karena minimnya pengamanan, beberapa isi gerobag pedagang pernah dibobol oleh pencuri.
Dikatakan Daryanto, pihaknya juga berkali-kali mengeluhkan hal tersebut kepada Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang selaku yang menaungi para pedagang Pujasera. “Bupati juga pernah kami lapori, namun tidak ada penindakan lebih lanjut,” tuturnya.
Terkait dengan keberadaan pedagang liar di area Alun-Alun Bungkarno, menurut Dariyanto, Pemkab Semarang terkesan melakukan pembiaran. “Kami melapor ke Dinas Koperasi UMKM dan Perindag (terkait pedagang liar), agar ditertibkan. Namun sampai kini laporan kami tidak ada yang digubris,” katanya.
Sebelum masalah tersebut meruncing seperti saat ini, katanya, pihak pedagang Pujasera sudah memiliki itikad baik ‎dengan mengajak pedagang liar yang ada di luar untuk berjualan di Los Pujasera.