RADARSEMARANG.ID – Setidaknya terdapat 7.000 warga Batang yang terdampak bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Batang sejak, Senin (20/1/2025). Bencana banjir ini juga merusak infrastruktur di 10 kecamatan.
Dalam bencana banjir tersebut, dua orang warga yang sempat hanyut berhasil diselamatkan, meskipun dua lainnya mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD Limpung.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, enam jembatan rusak, lima rumah warga mengalami kerusakan berat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Puji Setyowati mengungkapkan ada 130 kepala keluarga atau sekitar 500 warga yang terpaksa mengungsi karena bencana banjir.
“Di Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, jembatan penghubung desa dengan Dukuh Pringombo hanyut tersapu arus deras. Selain itu, instalasi PDAM di wilayah ini juga hilang akibat banjir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Puji Setyowati.
Tak hanya itu, dirinya juga mendapatkan laporan kerusakan di salah satu obyek wisata, satu pembangkit listrik tenaga hidro, serta satu ruas jalan yang tertutup material banjir.
Pihaknya menghimbau kepada Masyarakat Kabupaten Batang khususnya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan rencana kesiapsiagaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, segera meninjau lokasi terdampak untuk memastikan kebutuhan logistik warga terpenuhi.
"Banjir sudah surut di beberapa lokasi, tetapi Desa Klidang Lor masih menggenang. Warga yang terdampak telah mengungsi ke rumah tetangga atau lokasi yang lebih aman," ujarnya saat memberikan bantuan di Balai Desa Karangasem Utara.
Pemkab Batang bersama PMI juga telah mendirikan dapur umum di Kelurahan Karangasem Utara untuk melayani para korban banjir. Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap santap, sembako, dan logistik lainnya.
"Kami juga akan segera memperbaiki sarana dan prasarana umum seperti jembatan dan jalan rusak, meskipun sifatnya sementara," tutupnya.
Berikut daftar wilayah terdampak banjir di Kabupaten Batang.
- di Jl. Tentara Pelajar Kalisalak Kec. Batang ketinggian air ±20cm.
- di Jl. Perintis Kemerdekaan Kel. Watesalit, Ds. Kalipucang Wetan, Ds. Kalipucang Kulon, Ds. Karanganyar Kec. Batang ketinggian air rata² ±20cm.
- Jl. A Yani Kel. Kauman, Kec. Batang ketinggian air ±20cm.
- Jl. Brigjen Katamso Kertonegaran, Kec. Batang ketinggian air ±15cm.
- Banjir di Gendingan, Kel. Proyonanggan Utara Kec. Batang ketinggian air ±60cm.
- Jl. KKO Usman Kramalan, Kel. Karangasem Utara, Kec. Batang Ketinggian air ±25cm.
- Jl. Urip Sumoharjo sebelah utara RS QIM Kel. Sambong, Kec. Batang Ketinggian air ±30cm menimbulkan kemacetan di Jalur Pantura arah barat sepanjang ±1km.
- Desa Klidang Lor, Kec. Batang, ketinggian air rata² ±30cm.
- Kelurahan Karangasem Utara, Kec. Batang ketinggian air rata² ±30cm.
- di Kelurahan Kasepuhan ketinggian air rata² ±20cm.
Sementara itu, sejumlah wilayah yang dilanda banjir antara lain Klidanglor dan Karangasem Utara di Kecamatan Batang, Desa Masin di Kecamatan Warungasem, dan Desa Candi di Kecamatan Bandar. Sedangkan desa yang tertimpa longsor seperti Desa Surjo dan Desa Sidoharjo di Kecamatan Bawang.
Banjir dan longsor yang terjadi di Dukuh Kuripan, Desa Surjo menghanyutkan rumah warga dan satu korban terbawa arus sungai, serta pohon tumbang di Desa Gerlang, Kecamatan Blado. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi