Dinding tersebut ambruk ke arah dalam gedung. Secara keseluruhan, GOR berukuran 35x22 meter. Bangunan itu rencananya akan digunakan sebagai gedung serba guna. Serta sarana publik yang dibangun sebagian menggunakan Dana Desa (DD). Total anggarannya mencapai ratusan juta rupiah. Peletakan batu pertamanya pun dilakukan oleh Bupati Batang Wihaji pada akhir 2019.
Vita, saksi mata yang berjualan angkringan tidak jauh dari lokasi melihat atap GOR bagian timur terangkat karena hempasan angin. "Saat memperhatikan atap itu tiba-tiba terdengar suara sangat keras, seperti ledakan dan debu mengepul. Ternyata dinding timur roboh," kata Vita dengan gemetar.
Vita pun khawatir karena GOR setiap sore banyak anak bermain. Beruntung, saat kejadian tidak ada yang di sana. Sementara itu, Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melalui Kapolsek Gringsing Iptu Andi Fajar menegaskan akan menyelidiki penyebab robohnya tembok.
"Itu karena faktor alam atau konstruksi yang tidak sesuai bestek. Nanti akan ditindaklanjuti oleh Tipikor. RAB dan kualitas juga kami selidiki," tegas Kapolsek saat meninjau lokasi.
Kades Mentosari Suwaji menerangkan bahwa penyebab robohnya dinding itu karena faktor alam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada konstruksi kolom cor dan besi yang dipakai ukurannya di bawah standar. Beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 30 juta. (yan/ida) Editor : Agus AP