Kejadian bermula saat korban bersama 5 orang lainnya hendak memperbaiki Toa mushola, usai sholat zuhur. Korban bersama 3 rekan lainnya berada dibawah, bertugas menaikkan tiang. Sementara 2 orang lainnya berada diatas.
Saat hendak mengangkat tiang, ke empatnya langsung terpental seketika. Tiang besi penyangga yang mereka pegang menempel pada kabel listrik.
Keempatnya langsung dilarikan warga lain ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari, Batang. Nyawa Mahfud tak tertolong karena alami luka yang cukup parah.
Jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan. Sementara, Aceng Sumarno masih harus mendapat perawatan. Dua orang lainnya, yakni Zidan dan Sunoto diperbolehkan pulang, karena hanya mengalani luka ringan.
Mengetahui kabar tersebut, Kepolisian Resor Batang, kemarin memberikan tali asih untuk para korban. Kapolsek Batang Kota AKP Asfauri di Batang, mengatakan bahwa pemberian tali asih ini sekadar meringankan beban kebutuhan hidup para korban luka dan keluarga korban tewas tersengat listrik.
Pihaknya juga menghimbau, memasuki musim penghujan, warga sebaiknya berhati-hati saat melakukan pekerjaan. Terutama yang berhubungan dengan aliran listrik, warga bisa meminta bantuan langsung pada petugas PLN. "Ini untuk menghindari dampak bahaya listrik," ujarnya pada RADARSEMARANG.ID. (yan/ap) Editor : Agus AP